![]() |
Nguyen Tuan tidak menulis tentang benda mati. Melalui penanya, pembakar dupa perunggu itu tampak sebagai entitas hidup, membawa serta "semangat artistik yang tinggi."
Kisah ini mengikuti sang narator – seorang pencinta keindahan – dalam perjalanan untuk menemukan dan memiliki pembakar dupa perunggu yang langka. Di bawah cahaya nostalgia, setiap garis, pola, dan bentuk "mata kepiting" yang khas dari pembakar tersebut digambarkan dengan sangat teliti sehingga pembaca seolah-olah mencium aroma dupa yang samar, menyentuh perunggu yang kasar dan dingin namun tetap menyimpan kehangatan sejarah. Hobi mengoleksi barang antik tiba-tiba berubah menjadi kekaguman terhadap keahlian luar biasa para pengrajin kuno, sebuah kerinduan untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang secara bertahap terkubur oleh waktu.
Dalam arus pembaca modern, nilai-nilai ini masih terus dipertahankan secara diam-diam namun penuh kekuatan. Memilih buku ini sebagai teman bacaannya, Ibu Tran Thi Thanh Hien, seorang pembaca muda di Kelurahan Binh Phuoc , berbagi: “Sebelumnya, saya selalu berpikir barang antik atau budaya tradisional adalah sesuatu yang sangat mewah. Tetapi ketika saya membaca 'Pembakar Dupa Perunggu Bermata Kepiting', saya benar-benar tersentuh. Penulis membimbing saya untuk melihat lebih dalam ke suatu objek untuk sepenuhnya menghargai dedikasi leluhur kita. Buku ini membantu saya memahami bahwa melestarikan identitas bukanlah sesuatu yang muluk-muluk, tetapi dimulai dengan kemampuan untuk tergerak oleh keindahan masa lalu di tengah kehidupan modern ini.”
Bagi Nguyen Tuan, seni tidak memiliki masa hidup, hanya nilai abadi ketika orang tahu bagaimana menghargainya. Gairah yang kuat dari karakter-karakternya mengangkat jiwa ke tingkat yang baru. Di sana, orang tidak lagi hidup secara dangkal, tetapi dengan kehalusan, emosi yang kaya, dan kedalaman yang mendalam. Ia menulis: "Bukan karena berharga sehingga saya mencintainya, tetapi karena begitu indah sehingga menggerakkan jiwa manusia." Pernyataan ini berfungsi sebagai prinsip panduan bagi siapa pun yang berada di jalan untuk menemukan makna sejati kehidupan.
Phuong Dung
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202601/gia-tri-di-san-dan-toc-3525e03/







Komentar (0)