Bapak Truong Xuan Anh Khoa dan istrinya, Ibu Truong Hoang Ngoc, di Dusun 4, Distrik 4, Kota Soc Trang , keduanya adalah pegawai negeri sipil, bekerja 8 jam sehari. Karena tidak tinggal bersama orang tua, mereka mengatur dan membagi semua pekerjaan rumah tangga serta mengurus anak-anak. Setiap sore setelah bekerja, dengan hanya beberapa jam istirahat sebelum kembali ke kantor, mereka masih menyempatkan diri untuk pergi ke dapur, makan, dan mengobrol dengan anak-anak mereka. Setiap siang, dapur ramai dengan tawa.
Ibu Truong Hoang Ngoc, di Dusun 4, Distrik 4, kota Soc Trang (Soc Trang) dan anak-anaknya menyiapkan makan siang. |
Sebagai seorang istri dan ibu, Ibu Ngoc selalu ingin menjaga keluarganya dengan baik. Makan bersama adalah waktu di mana ia dapat mengajarkan banyak hal kepada anak-anaknya, mulai dari memasak, mengurus keluarga, hingga pelajaran hidup. Bapak Khoa juga sependapat dengan istrinya. Ia percaya bahwa dalam makan bersama keluarga, selain menikmati hidangan lezat, juga merupakan kesempatan bagi semua orang untuk berbagi suka dan duka bersama. Khususnya, makan bersama keluarga memiliki cita rasa yang tidak dimiliki oleh makanan lain.
Cita rasa istimewa yang disebutkan Pak Khoa mungkin juga dirasakan banyak orang saat makan bersama keluarga. Itulah cita rasa rumah. Kelezatannya bukan berasal dari makanan atau bumbu, melainkan dari kasih sayang dan perhatian yang dicurahkan dalam setiap hidangan. Cita rasa yang sangat dirindukan banyak orang yang jauh dari rumah, jauh dari kampung halaman. Cita rasa rumah juga berasal dari cerita-cerita di meja makan, canda tawa, dan pertanyaan tentang satu sama lain. Itulah benang tak kasat mata yang menghubungkan anggota keluarga.
Makan malam keluarga Tuan Ngo Hoang Canh, di Dusun 8, Bangsal 3, kota Soc Trang (Soc Trang). |
Bagi keluarga Bapak Ngo Hoang Canh di Dusun 8, Distrik 3, Kota Soc Trang, makan bersama merupakan tradisi yang telah berlangsung lama. Meskipun mereka adalah keluarga dengan tiga generasi yang tinggal bersama, masing-masing dengan pekerjaan yang berbeda, makan bersama selalu dianggap penting. Jika ada anggota keluarga yang sibuk dan pulang terlambat, ia akan menelepon untuk memberi tahu semua orang. Seluruh keluarga menunggu waktu makan. Ada hari-hari di mana makan bersama baru akan dilakukan setelah pukul 19.00.
Menghormati tradisi, ia juga memahami kesulitan anak-anaknya yang seringkali tidak pulang tepat waktu makan. Yang ia inginkan adalah anak-anaknya berusaha melestarikan tradisi, agar generasi mendatang juga dapat makan bersama secara teratur. Karena menurutnya, itulah cara menjaga api kebersamaan dalam rumah tangga. Bapak Canh berkata: “Makan bersama keluarga adalah saat suami istri dapat saling berbagi, apa yang terjadi pada saya di tempat kerja hari ini, apa yang terjadi pada istri saya di tempat kerja, bagaimana pekerjaan dan kehidupan anak-anak, bagaimana kabar mereka, bagaimana kabar mereka? Melalui makan bersama, kami juga mendidik anak-anak kami tentang hal-hal baik dan buruk dalam hidup. Terkadang ketika saya marah, anak-anak saya juga memberi saya nasihat, sehingga saya dapat segera memperbaikinya.”
Kesibukan hidup, hiruk pikuk pekerjaan, daya tarik hiburan modern, ketergantungan pada teknologi, dan sebagainya, merupakan berbagai alasan di balik terputusnya hubungan antargenerasi. Dan makan bersama pun semakin jarang. Menjaga kebersamaan bukan hanya upaya individu, melainkan upaya setiap anggota keluarga.
Ibu Ngo Hoang My Duyen (putri Bapak Ngo Hoang Canh) berbagi: “Bagi anak muda saat ini, ada banyak hal yang memengaruhi mereka, pekerjaan saling terkait, kita terlalu bergantung pada teknologi sehingga kita bisa melupakan makan bersama keluarga. Makan bersama membantu menghubungkan generasi-generasi dalam keluarga. Setelah seharian bekerja keras, ketika pulang ke rumah, kita bisa bercerita kepada ayah tentang pekerjaan hari ini, kita bisa bercerita kepada ibu tentang kesibukan hari ini. Bagi saya, itu sangat penting.”
Makan bersama, malam yang dihabiskan bersama, cerita, perhatian tulus, sekecil apa pun, sesederhana apa pun, adalah ikatan yang mengikat anggota keluarga. Hidup pada dasarnya terdiri dari hal-hal sederhana. Dan membangun serta melestarikan keluarga juga berarti menjaga api cinta tetap menyala, menjaga cerita tetap mengalir setiap hari.
HA PHUONG
Sumber: https://baosoctrang.org.vn/doi-song-xa-hoi/202507/giu-lua-am-gia-dinh-tu-nhung-bua-com-chung-55405f5/
Komentar (0)