Kompleks candi seperti Menara Po Klong Garai, Menara Po Roma, Menara Ponagar, dan Menara Po Sah Inư masih dengan jelas melestarikan nilai-nilai budaya peradaban Champa selama berabad-abad. Namun, waktu dan cuaca buruk secara bertahap mengikis batu bata kuno, relief, dan sisa-sisa arsitektur, menyebabkan peninggalan tersebut memburuk lebih cepat daripada kemampuan untuk memulihkan dan membangunnya kembali.
Tidak hanya warisan berwujud, tetapi juga nilai-nilai tak berwujud dari budaya Cham menghadapi risiko kepunahan. Di desa tembikar Bau Truc, para perajin masih tekun melestarikan kerajinan mereka menggunakan metode tradisional, tetapi jumlah kaum muda yang terlibat dalam profesi ini semakin berkurang. Pendapatan yang tidak stabil menyebabkan banyak keluarga memilih cara lain untuk mencari nafkah, yang membawa serta risiko kehilangan rahasia kerajinan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak festival, tarian, dan musik Cham diadaptasi untuk melayani pariwisata, yang terkadang mengurangi semangat aslinya.
Yang menggembirakan, banyak pendekatan baru telah muncul dalam pelestarian dan promosi warisan budaya, dengan perspektif tidak hanya mempertahankan budaya Cham dalam keadaan aslinya tetapi juga menciptakan kondisi untuk keberlanjutannya dalam kehidupan kontemporer. Teknologi digital diharapkan menjadi alat pendukung yang efektif, mulai dari mendigitalkan dokumen dan menciptakan kembali ruang situs bersejarah menggunakan teknologi 3D hingga membangun peta digital situs warisan untuk akses publik yang lebih mudah. Di sisi lain, model pariwisata berbasis komunitas juga menunjukkan hasil positif. Di desa tembikar Bau Truc, selain berwisata, pengunjung dapat langsung menyaksikan pembuatan tembikar, mendengarkan cerita tentang desa kerajinan, dan menikmati seni rakyat. Hasilnya, warisan budaya bukan lagi nilai yang jauh tetapi menjadi pengalaman yang dekat dan dinamis.
Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan bahwa masyarakat Cham benar-benar mendapatkan manfaat dari warisan budaya mereka sendiri. Ketika budaya menciptakan mata pencaharian, masyarakat akan memiliki motivasi lebih untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai mereka, sehingga membantu nilai-nilai warisan budaya untuk bertahan dan beradaptasi dengan kehidupan modern.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/giu-mach-song-di-san-van-hoa-cham-post860294.html









