![]() |
| Memberikan layanan kesehatan bagi siswa selama masa persiapan ujian yang penuh tekanan sangatlah penting. |
Pada hari-hari menjelang ujian, Nguyen Cao Nguyen, seorang siswa kelas 12 di SMA Dao Duy Tu, hampir menghabiskan seluruh waktunya untuk mengulang pelajaran. Tekanan nilai dan kecemasan membuatnya begadang hingga larut malam untuk belajar. Pada beberapa hari, belajar berlanjut hingga subuh, membuatnya kelelahan, kehilangan berat badan, dan kesulitan berkonsentrasi.
Nguyen berbagi: "Semakin dekat hari ujian, semakin cemas saya. Ada kalanya saya begadang hingga larut malam untuk belajar, yang sangat memengaruhi kesehatan saya."
Bukan hanya Nguyen Cao Nguyen; ribuan siswa kelas 12 di seluruh provinsi sedang memasuki tahap akhir ujian mereka. Tekanan akademis, stres psikologis, dan kondisi cuaca buruk dapat dengan mudah menyebabkan insomnia, kelelahan, penurunan konsentrasi, atau masalah pernapasan dan pencernaan jika siswa tidak tahu cara merawat kesehatan mereka dengan benar.
Dr. Phan Thanh Nhung, Wakil Kepala Departemen Rawat Jalan di Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen , mengatakan: "Menjelang ujian, banyak siswa hanya fokus belajar dan mengabaikan kesehatan mereka. Begadang, kebiasaan makan yang tidak teratur, atau konsumsi kopi dan minuman energi yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan, penurunan daya ingat, dan secara langsung memengaruhi hasil ujian."
Menurut para ahli kesehatan , untuk menjaga kesehatan optimal menjelang dan selama ujian, siswa perlu menyusun rencana nutrisi yang ilmiah, cukup tidur, dan menjaga kondisi mental yang stabil. Sarapan harus bergizi untuk memberikan energi agar otak dapat berfungsi secara efektif. Pada saat yang sama, siswa harus mengonsumsi makanan yang dimasak, minum air rebusan, dan membatasi konsumsi makanan yang tidak diketahui asal-usulnya untuk mencegah keracunan makanan.
Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik sangat penting dalam cuaca panas; anak-anak sebaiknya minum 1,5 hingga 2 liter air per hari dan membatasi minuman berkafein atau bergula untuk menghindari insomnia dan efek negatif pada sistem saraf.
Dokter juga menyarankan siswa untuk tidak begadang terlalu larut untuk belajar. Tidur 6-8 jam setiap hari akan membantu otak pulih, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Setelah setiap 45-60 menit belajar, siswa sebaiknya berdiri, melakukan olahraga ringan, menarik napas dalam-dalam, atau merilekskan mata untuk mengurangi stres.
Ujian kelulusan SMA merupakan tonggak penting bagi setiap siswa. Namun, selain pengetahuan, kesehatan yang baik dan kondisi mental yang stabil merupakan persiapan penting agar para kandidat dapat memasuki ruang ujian dengan percaya diri, memaksimalkan kemampuan mereka, dan mencapai hasil yang diinginkan.
Sumber: https://baothainguyen.vn/y-te/202606/giu-suc-khoe-de-vung-vang-vuot-vu-mon-3bb63c0/









