
Gojek memasuki fase transisi dan berisiko diakuisisi oleh Grab - Foto: AFP
Pada 24 November, Gojek Tokopedia (GoTo) menunjuk Hans Patuwo sebagai CEO barunya, menggantikan Patrick Walujo, seiring perusahaan mempersiapkan tim kepemimpinan baru sebelum tahun 2026.
Menurut Jakarta Globe , proposal ini akan dipresentasikan pada rapat pemegang saham tanggal 17 Desember. Ketua GoTo, Agus Martowardojo, mengatakan bahwa transfer ini merupakan bagian dari proses yang direncanakan dengan cermat.
Selain mengganti CEO, perusahaan Indonesia ini juga mengumumkan rencana untuk merestrukturisasi beberapa posisi kepemimpinan untuk tahun 2026, dengan harapan dapat membantu perusahaan mengatasi persaingan yang semakin ketat di ekonomi digital.
Kabar perombakan personel ini muncul di tengah rumor bahwa Gojek dapat diakuisisi oleh pesaingnya dari Singapura, Grab, dan bahwa para pendiri serta investor utamanya, termasuk SoftBank, mendesak pemecatan Walujo.
Perubahan ini menandai titik balik bagi GoTo. Awal tahun ini, GoTo mengumumkan bahwa Walujo, yang telah memimpin perusahaan sejak 2023, akan menjalankannya selama beberapa tahun ke depan.
Walujo membantu menghidupkan kembali profitabilitas raksasa layanan transportasi dan pengantaran asal Indonesia tersebut, tetapi perusahaan itu juga kehilangan lebih dari 40% nilainya di bawah kepemimpinannya. Selain itu, Walujo menentang merger dengan Grab.
Saham GoTo melonjak hingga 6,3% di Jakarta pada pagi hari tanggal 24 November, meningkatkan nilai pasar perusahaan menjadi sekitar 5 miliar dolar AS.
"Pergeseran ini bisa menandakan langkah menuju pendekatan yang lebih terfokus dan kebangkitan kembali merger Grab-GoTo yang telah lama tertunda," Bloomberg mengutip pernyataan analis Citigroup.
Para analis mengatakan GoTo terperangkap dalam stagnasi yang berkepanjangan, berjuang menghadapi pergeseran global menuju kecerdasan buatan. Setelah bertahun-tahun negosiasi yang terhenti, kemungkinan GoTo diakuisisi semakin meningkat setelah pemerintah Indonesia mengindikasikan sedang bernegosiasi dengan kedua perusahaan tersebut untuk mencapai kesepakatan.
Oleh karena itu, dana investasi nasional Indonesia, Danantara, akan berpartisipasi dalam rencana merger antara kedua perusahaan tersebut. Beberapa sumber mengindikasikan bahwa dana tersebut telah mulai menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi saham minoritas setelah merger GoTo. Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran tentang monopoli dan risiko konsumen dirugikan oleh merger tersebut.
"Kepemilikan saham minoritas Danantara dalam entitas konsolidasi potensial akan memiliki tujuan simbolis dan struktural bagi kepentingan nasional," tulis analis Citigroup.
Sumber: https://tuoitre.vn/gojek-thay-ceo-giua-tin-sap-nhap-voi-grab-20251124131943076.htm






Komentar (0)