Gugatan tersebut ditujukan kepada seorang individu yang dituduh membuat profil bisnis palsu untuk dijual demi keuntungan. Tindakan Google ini dipicu setelah seorang tukang kunci di Texas melaporkan telah dipalsukan identitasnya di platform tersebut.
"Perilaku penipuan semakin canggih," ujar penasihat umum Google, Halimah DeLaine Prado, dalam sebuah wawancara pada 19 Maret. "Ketika kami melihat penipuan, kami berupaya menindak daftar palsu serupa."
Ilustrasi: Unsplash
Penipu menggunakan Google Maps untuk menipu pengguna dengan berbagai cara. Korban bisa saja tidak sengaja menghubungi nomor telepon palsu, dikenakan biaya layanan yang lebih tinggi, atau tertipu untuk membayar di muka tanpa mendapatkan layanan apa pun. Beberapa penipu juga menggunakan perangkat lunak untuk meningkatkan ulasan positif dan memanipulasi sistem Tanya Jawab untuk menipu pengguna.
Google mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 saja, pihaknya menghapus atau memblokir 12 juta daftar bisnis palsu dan mencatat tren peningkatan sekitar satu juta profil palsu baru setiap tahun.
Raksasa teknologi ini juga menindak tegas bisnis yang menggunakan taktik interaksi palsu untuk memanipulasi peringkat. Di Inggris, Google telah memberlakukan pembatasan terhadap bisnis yang terbukti terlibat dalam praktik ulasan palsu, menyusul tekanan dari regulator.
Ngoc Anh (menurut Google, CBS, The Verge)
Komentar (0)