Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apakah perubahan yang dilakukan Guardiola akan merugikan Haaland?

Penurunan performa Haaland mengungkap masalah sistemik dalam lini serang Manchester City.

ZNewsZNews24/03/2026

Erling Haaland bukan lagi mesin pencetak gol seperti dulu. Statistik terbaru menunjukkan penurunan yang jelas dalam performa striker Norwegia tersebut, di saat lini serang Manchester City juga mulai menunjukkan keretakan.

Haaland mengalami stagnasi.

Di final Piala Liga Inggris, Man City mengalahkan Arsenal 2-0 berkat dua gol dari Nico O'Reilly. Namun Haaland tetap bungkam. Ini adalah final kesembilannya berturut-turut tanpa mencetak gol sejak bergabung dengan klub pada tahun 2022. Di Wembley, sang striker juga belum mencetak gol dalam tujuh penampilan.

Di Liga Premier, Haaland masih memimpin daftar pencetak gol dengan 22 gol. Namun, selisihnya semakin menyempit. Igor Thiago dari Brentford memiliki 19 gol dan berada di belakangnya. Yang lebih mengkhawatirkan, Haaland hanya mencetak 3 gol dalam 12 pertandingan liga terakhirnya.

Sebelum Natal, situasinya sangat berbeda. Haaland telah mencetak 38 gol dalam 28 pertandingan untuk klub dan tim nasional. Namun sejak awal tahun, ia hanya mencetak 5 gol dalam 20 penampilan untuk Man City. Kemerosotan ini bukan lagi fenomena sementara.

"Kami belum menjadi tim yang lengkap," aku manajer Pep Guardiola setelah hasil imbang melawan West Ham. Man City saat ini tertinggal sembilan poin dari Arsenal, meskipun memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan. Pelatih asal Spanyol itu masih kesulitan menemukan cara yang tepat untuk beroperasi.

Haaland anh 1

Kedatangan Semenyo telah mengubah posisi Haaland.

Salah satu titik balik terjadi selama jendela transfer musim dingin, ketika Man City mendatangkan Antoine Semenyo dari Bournemouth. Striker asal Ghana itu dengan cepat menunjukkan kemampuannya dengan 5 gol dan 1 assist dalam 9 pertandingan Liga Premier.

Kedatangan Semenyo memberi Man City lebih banyak opsi menyerang, tetapi juga mengubah struktur tim. Nico O'Reilly harus mundur ke lini tengah untuk mendukung pertahanan, mengurangi beban Rodri. Hal ini menyebabkan gangguan di lini serang.

Dengan formasi 4-1-3-2, Guardiola memiliki terlalu banyak pilihan di lini serang. Haaland, Semenyo, Doku, Marmoush, Cherki, Foden, Bernardo Silva, dan Savinho semuanya bersaing untuk beberapa posisi. Beberapa pemain, termasuk Foden dan pemain baru Tijjani Reijnders, mulai kekurangan waktu bermain.

Pep adalah alasan mengapa Haaland gagal mencetak gol.

Dalam sistem baru ini, Haaland bukan lagi penyerang tengah tunggal. Ia harus berbagi ruang dan peran dengan rekan setimnya. Banyak situasi yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Haaland kini ditangani oleh Semenyo. Striker Norwegia itu terpaksa bergerak lebih luas untuk berpartisipasi dalam permainan tim.

Akibatnya, jumlah sentuhan Haaland di area penalti menurun secara signifikan. Dari 7,01 sentuhan per 90 menit sebelum Natal, angka itu kini turun menjadi hanya 5,29. Ini menjelaskan mengapa performa mencetak golnya menurun.

Guardiola masih memiliki keyakinan. "Dia akan kembali," katanya. Tetapi keyakinan saja tidak cukup. Tantangan Man City sekarang terletak pada menyeimbangkan skuad.

Haaland anh 2

Apakah Haaland akan segera kembali?

Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Real Madrid, satu-satunya tujuan utama Man City adalah Liga Primer. Namun, jarak dengan Arsenal cukup signifikan. Pertandingan langsung antara kedua tim yang akan datang dapat menentukan perebutan gelar juara.

Guardiola dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, melanjutkan penggunaan sistem saat ini dan memaksa Haaland untuk beradaptasi. Kedua, kembali ke formasi dengan hanya satu striker untuk mengoptimalkan kemampuannya.

Pilihan mana pun yang diambil, itu bukanlah keputusan yang mudah. ​​Man City sudah memiliki terlalu banyak bintang penyerang, tetapi justru fakta itulah yang menciptakan tumpang tindih.

Kemenangan di Piala Liga untuk sementara meredakan tekanan pada Man City. Haaland juga mendapat istirahat tambahan sebelum jeda internasional. Namun dalam jangka panjang, Guardiola perlu segera menemukan solusi.

Jika tidak, penurunan performa Haaland dapat membahayakan ambisi Man City untuk musim ini.

Sumber: https://znews.vn/guardiola-thay-doi-haaland-tra-gia-post1637604.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Laut dan langit Quan Lan

Laut dan langit Quan Lan

Musim panen nanas yang melimpah.

Musim panen nanas yang melimpah.

Tidak bersalah

Tidak bersalah