![]() |
Maroko merupakan tantangan bagiBelanda . |
Belanda memasuki babak gugur dengan performa yang mengesankan. Di bawah bimbingan pelatih Ronald Koeman, "Orange Tornado" bermain imbang 2-2 dengan Jepang , sebelum mengalahkan Swedia 5-1 dan Tunisia 3-1. Mereka mempertahankan konsistensi yang luar biasa, mencetak 38 gol dalam 12 pertandingan terakhir mereka, rata-rata lebih dari 3 gol per pertandingan, dan secara konsisten mencetak gol di setiap pertandingan.
Keberagaman lini serang dengan Gakpo, Malen, dan Brobbey, ditambah kemampuan Frenkie de Jong dan Reijnders dalam menciptakan peluang, memberi Belanda banyak pilihan untuk menyerang gawang. Kontrol bola dan akurasi umpan mereka sebesar 89% juga menunjukkan dominasi yang dapat mereka ciptakan dalam hal penguasaan bola.
Namun, Maroko menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda. Perwakilan Afrika ini memasuki babak gugur tanpa terkalahkan, mengumpulkan 7 poin dari 3 pertandingan dan finis di belakang Brasil hanya karena selisih gol yang lebih rendah. Kekuatan terbesar mereka terletak pada struktur pertahanan yang ketat dan transisi yang sangat cepat antara fase menyerang dan bertahan.
Statistik menunjukkan bahwa Maroko hanya kebobolan rata-rata 0,44 gol per pertandingan dalam 27 pertandingan terakhir mereka dan mencatatkan 17 kali clean sheet. Ini adalah bukti nyata dari kedisiplinan dan tingkat organisasi yang tinggi dalam pertahanan tim Afrika Utara ini, yang mampu menyulitkan lini serang mana pun.
Oleh karena itu, pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Belanda mungkin memiliki penguasaan bola lebih banyak, tetapi Maroko memiliki ketahanan dan kemampuan untuk menahan tekanan dengan baik, cukup untuk membawa pertandingan ke dalam kebuntuan yang berkepanjangan.
Sumber: https://znews.vn/truc-tiep-ha-lan-0-0-morocco-the-tran-than-trong-post1661083.html





























































