Berdasarkan analisis, konsentrasi oksigen terlarut dalam air di banyak bagian sungai sangat rendah, hampir tidak mampu membersihkan diri; indikator mikrobiologis melebihi ambang batas yang diizinkan sebanyak 30 hingga 70 kali lipat; kandungan senyawa organik juga jauh melebihi standar. Alasan utamanya adalah sebagian besar air limbah domestik yang tidak diolah dibuang langsung ke sungai. Diperkirakan Hanoi menghasilkan sekitar 1 juta m³ air limbah setiap hari, tetapi hanya 30%-nya yang diolah.
Proyek "revitalisasi" sungai dibagi menjadi 3 tahap, yang dilaksanakan mulai sekarang hingga tahun 2030, dengan total anggaran sekitar 21.000 miliar VND. Solusi-solusi utama meliputi: pengumpulan dan pengolahan air limbah secara menyeluruh; pengolahan sisa polusi seperti lumpur, sampah, dan hambatan; penambahan air bersih untuk memastikan aliran minimum di musim kemarau; dan perbaikan lanskap serta ekosistem yang dipadukan dengan pengembangan kegiatan budaya, rekreasi, dan spiritual di sepanjang sungai.

Menurut perwakilan Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup Hanoi, pemulihan kualitas lingkungan sungai bukan hanya solusi sederhana untuk mengatasi polusi, tetapi juga arah strategis untuk menciptakan ruang perkotaan yang lebih hijau, bersih, dan layak huni bagi warga ibu kota. Lebih lanjut, ketika sungai dibersihkan dan direnovasi, sungai tidak hanya akan kembali berfungsi sebagai irigasi atau drainase, tetapi juga menjadi bagian penting dari arsitektur lanskap dan budaya perkotaan Hanoi.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ha-noi-len-phuong-an-hoi-sinh-4-dong-song-o-nhiem-nghiem-trong-post805589.html
Komentar (0)