
Korea Selatan sedang bernegosiasi dengan AS mengenai tarif untuk chip memori.
CNBC mengutip juru bicara pemerintah Korea Selatan yang mengatakan bahwa negara tersebut akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan mengenai tarif untuk chip memori yang diekspor ke AS.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa pada tahun 2025, Korea Selatan akan merilis ringkasan data keseluruhan tentang perjanjian perdagangan dengan AS. Ini termasuk ketentuan yang memastikan bahwa Korea Selatan tidak akan mengalami perlakuan yang merugikan dari tarif AS atas chip impor dibandingkan dengan pesaing utamanya. Sebelumnya, pada tanggal 17 Januari, Menteri Perdagangan Korea Selatan menyatakan bahwa tarif AS pada beberapa chip komputasi canggih hanya akan berdampak terbatas pada perusahaan Korea Selatan. Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan saat ini merupakan produsen chip memori terbesar di dunia .
Terkait masalah ini, pada tanggal 15 Januari, pemerintah Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat untuk menilai dampak rencana AS untuk mengenakan tarif 25% pada produk semikonduktor impor tertentu, dan untuk membahas langkah-langkah penanggulangan guna melindungi industri chip dalam negeri.
Menurut Kantor Berita Yonhap, pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Kim Jung Kwan tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 25% pada jenis chip kecerdasan buatan (AI) tertentu yang diimpor sementara dan diekspor kembali ke pasar AS. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kim Jung Kwan menyatakan bahwa ia akan mencari cara untuk meminimalkan dampak negatif dari tarif baru AS tersebut, sekaligus mengumpulkan pendapat dan menjalin kerja sama erat dengan pelaku bisnis di sektor semikonduktor dan mineral utama yang terdampak oleh peraturan baru tersebut.
Menurut pernyataan dari Washington pada 14 Januari, tarif 25% yang disebutkan di atas tidak berlaku untuk chip yang digunakan di pusat data yang berlokasi di Amerika Serikat, maupun untuk produk chip konsumen yang tidak terkait dengan pusat data domestik. Selain itu, AS juga mengumumkan penyesuaian impor mineral penting olahan dan turunannya.
Menyusul perkembangan yang tak terduga ini, Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han Koo, yang sedang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya guna membahas solusi. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Park Jung Sung diperkirakan akan melakukan panggilan telepon dengan Wakil Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan Jeffrey Kessler untuk menyampaikan keprihatinan dan membahas langkah-langkah terkait.
Berdasarkan perjanjian tarif bilateral yang dicapai tahun lalu, AS setuju untuk mengenakan tarif pada semikonduktor Korea Selatan tidak lebih tinggi daripada tarif pada pesaing langsungnya.
Sumber: https://vtv.vn/han-quoc-dam-phan-voi-my-ve-thue-chip-nho-100260119215735458.htm








