Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Tetangga atau kerabat?

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế14/01/2024


Meskipun berlangsung di awal peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-Filipina, kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Manila tidak terbatas pada kegiatan perayaan saja.
Tổng thống Indonesia Joko Widodo và Tổng thống Philippines Ferdinand Marcos Jr. tại Cung điện Malacanang, ở Manila, Philippines, ngày 10/1. (Nguồn: AFP)
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di Istana Malacanang di Manila, Filipina, pada 10 Januari. (Sumber: AFP)

Jakarta dan Manila telah lama menganggap satu sama lain sebagai sekutu dekat dan penting di kawasan ini. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pernah menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya tetangga dan teman, tetapi juga kerabat. Oleh karena itu, kedua belah pihak menggunakan kunjungan ini untuk memperdalam dan memperluas hubungan mereka.

Pertama, mari kita lihat sektor ekonomi . Indonesia adalah mitra dagang terbesar kelima Filipina, dengan perdagangan bilateral mencapai US$13,9 miliar pada tahun 2022, dan investor terbesar ke-15 di Filipina, dengan total investasi sebesar US$7,18 miliar pada tahun 2022.

Kedua negara juga memiliki potensi kerja sama yang signifikan di berbagai bidang seperti infrastruktur, industri strategis, kecerdasan buatan, teknologi digital, budaya, dan kerja sama ketenagakerjaan. Saat ini, terdapat lebih dari enam ribu warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Indonesia, sebagian besar adalah para profesional.

Secara khusus, dalam kerja sama pertahanan dan keamanan, Indonesia telah menjadi mediator dalam perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan pemberontak Moro. Pada tahun 1997, kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan yang berfokus pada latihan bersama, pengembangan teknologi pertahanan, dan kerja sama logistik.

Bagi kawasan ini, karena Indonesia dan Filipina sama-sama merupakan anggota pendiri ASEAN, APEC, dan ASEM, kunjungan ini akan semakin memperkuat tujuan bersama kedua negara untuk memastikan bahwa ASEAN "tetap menjadi kekuatan pendorong perdamaian , stabilitas, dan kemakmuran di kawasan ini."

Selain itu, karena keduanya merupakan negara kepulauan di wilayah maritim yang kompleks, kedua negara juga tertarik untuk bekerja sama dalam patroli maritim bersama untuk mencegah pembajakan, penculikan, dan penyelundupan, serta mencari solusi atas sengketa di Laut Cina Selatan sesuai dengan hukum internasional.

Hasil kunjungan tersebut akan mengungkap tingkat kedekatan atau hubungan kekeluargaan antara Jakarta dan Manila.



Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
SELAMAT DATANG DI KAPAL

SELAMAT DATANG DI KAPAL

Harapan yang Menggantung

Harapan yang Menggantung

Pemandangan indah Vietnam

Pemandangan indah Vietnam