Ketertarikan saya pada dunia televisi dimulai ketika saya mulai bekerja di bidang ini.
Ketika ditanya apa yang membawanya ke dunia jurnalistik, Lam Son Vuong (lahir tahun 1991) mengakui bahwa itu adalah perjalanan yang cukup istimewa. Sebagai seorang anak, ia tidak pernah membayangkan apa itu jurnalistik. Yang memikatnya sebagai seorang siswa muda adalah program televisi, acara permainan, dan hiburan yang berorientasi pada kaum muda. Gairah itu tetap bersamanya sepanjang masa sekolahnya.
Selama kegiatan Persatuan Pemuda dan Pramuka, ia sering menyelenggarakan permainan dan acara sosial kecil bersama teman-temannya. Bahkan di tahun terakhir sekolah menengah atas, ketika dihadapkan pada pilihan karier, ia hanya tahu bahwa ia ingin bekerja di televisi.

“Setelah melakukan riset, saya menyadari bahwa jurnalisme adalah jalan tercepat menuju televisi, jadi saya memutuskan untuk mendaftar di sekolah jurnalisme. Tanpa diduga, minat awal itu berubah menjadi komitmen seumur hidup,” ujar Bapak Vuong. Hanya seminggu setelah lulus dengan gelar Jurnalisme, ia resmi mulai bekerja di unit tersebut. Dengan hampir tanpa jeda antara kelas dan praktik kerja, ia memulai perjalanan jurnalistiknya sebagai reporter di Departemen Berita.
Momen-momen tenang di balik layar.
Selama bertahun-tahun sebagai jurnalis, ia meliput berbagai bidang seperti kegiatan serikat pemuda, budaya, pariwisata , dan pembangunan partai. Perjalanan lapangan dan pelaporan langsung di lokasi membantunya mengumpulkan pengalaman praktis dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang nilai setiap informasi jurnalistik.
Kemudian, ketika ia pindah ke Sekretariat Editorial, ia menyadari bahwa setiap posisi di ruang redaksi memiliki tekanan dan tantangannya masing-masing. “Sementara reporter fokus pada pengumpulan dan pengolahan informasi untuk pekerjaan mereka, editor harus melihat gambaran keseluruhan dari laporan berita. Kita harus menyusun informasi, mengatur urutan setiap bagian yang muncul, dan memilih format yang tepat untuk menciptakan program yang lengkap,” kata Son Vuong.

Saat ini, ia dan rekan-rekannya bertanggung jawab atas dua siaran berita penting untuk unit tersebut pada pukul 11:30 pagi dan 6:30 sore setiap hari. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam penyuntingan banyak program dan fitur televisi lainnya. Pekerjaan di balik setiap siaran berita bukan hanya tentang menyunting kata-kata; ini juga merupakan perlombaan melawan waktu. Pada hari-hari dengan peristiwa politik penting seperti kongres Partai, pemilihan Majelis Nasional dan Dewan Rakyat, atau peristiwa lokal besar, seluruh tim sering bekerja hingga larut malam untuk mendapatkan informasi terbaru sebelum siaran.
Baginya, tekanan terbesar sebagai seorang editor tidak hanya terletak pada keterbatasan waktu, tetapi juga pada tanggung jawab untuk memastikan keakuratan informasi secara mutlak.
“Selama proses penyuntingan, saya selalu memprioritaskan prinsip dan tujuan organisasi media tempat saya bekerja, sambil tetap berpegang teguh pada pedoman Partai dan hukum Negara agar informasi yang disiarkan dapat melayani pembangunan negara dan kebutuhan sah rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu, saya selalu mempelajari tren jurnalistik baru untuk membuat laporan berita yang lebih baik, lebih cepat, lebih ringkas, dan lebih menarik,” ungkap editor Lam Son Vuong.
Banyak orang menganggap editor hanya sebagai "pengedit artikel," tetapi baginya, mereka juga orang-orang yang menghubungkan dan "mendukung" karya jurnalistik rekan-rekan mereka. "Saat mengedit program berita, ada banyak berita dan artikel yang dikirimkan oleh reporter dan kontributor. Saya selalu menghargai gaya penulisan masing-masing orang sehingga ketika ditayangkan, program tersebut kaya dan tetap mempertahankan gaya unik dari setiap penulis," katanya.
Jika mengingat kembali, yang paling diingatnya adalah momen-momen menegangkan sebelum siaran langsung, saat-saat menghadapi masalah teknis yang tak terduga, dan kegugupan dalam menangani informasi penting. Namun, justru tekanan-tekanan inilah yang menjadi pengalaman berharga, membantunya menjadi lebih matang dalam profesinya.
Setelah setiap siaran berita, editor merasakan kebahagiaan yang tenang. Mereka tidak tampil di depan kamera atau menghabiskan waktu di lapangan seperti reporter, tetapi mereka tetap menjadi penghubung penting dalam menciptakan aliran informasi harian yang akurat, tepat waktu, dan menarik.
Di tengah laju jurnalisme modern yang tiada henti, individu seperti Lam Son Vuong dengan tenang menjaga ritme setiap laporan berita, berkontribusi dalam menyampaikan informasi resmi kepada publik dengan dedikasi dan tanggung jawab profesional yang maksimal.
Sumber: https://baotayninh.vn/hanh-trinh-tham-lang-cua-bien-tap-vien-149745.html










