Tidak ada yang tahu dari mana asal usul nasi pecah Long Xuyen dan kapan hidangan ini diciptakan. Yang diketahui hanyalah bahwa hidangan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ingatan sehari-hari banyak generasi masyarakat di kota Long Xuyen kuno (sekarang distrik Long Xuyen, distrik Binh Duc, distrik My Thoi, dan komune My Hoa Hung) serta banyak pengunjung dari dekat maupun jauh. Nasi pecah Long Xuyen tidak dimiliki oleh siapa pun, tetapi merupakan sebutan umum untuk nasi pecah yang dijual di semua restoran di daerah ini.
Ibu Truong Thi Hoang (62 tahun), yang telah berjualan beras pecah kulit selama lebih dari 40 tahun di Kecamatan Long Xuyen, mengatakan bahwa perlu banyak langkah dan bahan baku yang disiapkan. Di antaranya, memilih beras pecah kulit dan memasak beras pecah kulit merupakan langkah terpenting. Beras pecah kulit adalah butiran beras yang pecah menjadi dua atau tiga bagian selama proses panen, pengangkutan, penjemuran, pengeringan beras matang, atau penggilingan beras. Berdasarkan ukurannya, beras pecah kulit dibagi menjadi beras pecah kulit besar dan beras pecah kulit utuh. Selain itu, berdasarkan karakteristiknya: kelengketan, porositas, kelembutan, aroma... serta jenis berasnya, beras pecah kulit juga memiliki sebutan yang berbeda. Secara garis besar, beras pecah kulit dibagi menjadi: beras pecah kulit Tai Nguyen, beras pecah kulit Taiwan, beras pecah kulit 504, dan beras pecah kulit wangi ST25... Setelah dimasak, beras pecah kulit hanya akan mengembang, tidak seperti beras utuh. Oleh karena itu, beras pecah kulit tidak dapat dimasak dengan cara biasa, melainkan harus dikukus sambil terus menambahkan air secukupnya agar beras pecah kulit matang merata dan tidak lembek. Setelah matang, butiran beras menjadi gembur, kenyal, dan mengeluarkan aroma manis khas.
Menurut Ibu Hoang, daging merupakan bagian tak terpisahkan dari nasi pecah Long Xuyen. Tergantung selera pengunjung, daging dapat dipanggang atau direbus. Setelah diolah, daging akan dimarinasi dengan bumbu dan dipanggang di atas bara api atau direbus hingga lunak. Aroma dagingnya membuat siapa pun yang menciumnya tak tertahankan. Berikutnya adalah telur bebek, setelah direbus, akan direbus hingga matang dengan air rebusan daging agar bumbunya meresap. Rasa lembut telur yang berpadu dengan nasi pecah menciptakan perpaduan sempurna, lembut namun memikat.
Beragam variasi nasi pecah Long Xuyen untuk memenuhi selera makan. Foto: TRONG TIN
Tersedia juga kulit babi yang terbuat dari kulit babi rebus, disuwir-suwir, dan dicampur dengan nasi panggang yang harum. Acar terbuat dari lobak merah, lobak putih parut, atau irisan tipis mentimun yang direndam dalam cuka dan gula, keduanya renyah dan sedikit asam. Acar membantu menyeimbangkan lemak daging, telur, kulit babi, dan minyak daun bawang, sehingga membuat pengunjung merasa kenyang lebih lama saat menyantap nasi. Jangan lewatkan kecap ikan bawang putih dan cabai yang diracik sesuai resep khusus. Kecap ikan ini memadukan bawang putih cincang dan cabai segar, menghasilkan rasa pedas dan harum yang menggugah selera dan membuat Anda ingin menambahkan lebih banyak lagi untuk menikmatinya. Semangkuk kecap ikan yang lezat menjadi penentu kelezatan nasi pecah Long Xuyen.
Menurut banyak pemilik kedai nasi pecah di Long Xuyen, hidangan ini terus-menerus diubah dan ditransformasikan secara unik, tergantung pada preferensi juru masak dan selera pengunjung. Biasanya, beberapa tempat menambahkan telur goreng, sosis Cina, kulit babi rebus, dll. Namun, resep ini tetap didasarkan pada resep inti nasi pecah yang diwariskan dari generasi sebelumnya. "Yang paling istimewa dari nasi pecah Long Xuyen adalah semua bahannya: nasi pecah, babi rebus, babi panggang, telur, acar, dan kulit babi, semuanya dipotong-potong kecil. Keistimewaan ini membuatnya mudah dikenali," ujar Ibu Nguyen Thi Thu Ha, seorang penjual nasi pecah di distrik Long Xuyen.
Sebagai warga Kota Can Tho yang datang ke Long Xuyen untuk tinggal dan bekerja, Ibu Le Thi Anh Nguyen bercerita: “Pertama kali saya menyantap nasi pecah Long Xuyen, saya sangat terkesan dan senang. Sepiring nasi dengan semua bahan dipotong tipis-tipis, tampak aneh, tetapi ketika disantap, rasanya sungguh lezat. Nasi pecahnya pulen, manis, dan harum dari dagingnya, telur rebusnya yang berlemak, tekstur kulitnya yang kenyal, rasa acar yang renyah dan asam berpadu dengan rasa asin, manis, dan pedas saus ikan. Semua rasa sepiring nasi itu seakan meledak, menyebar di mulut.”
Kombinasi unik bahan-bahan pedesaan inilah yang memberi nasi pecah Long Xuyen cita rasa yang menarik, membuat banyak pengunjung dari dekat maupun jauh tidak dapat menahan godaan untuk mencicipinya, memujinya sebagai makanan lezat, dan turut menambah keberagaman peta kuliner di tanah kelahiran An Giang.
MEMERCAYAI
Sumber: https://baoangiang.com.vn/hap-dan-com-tam-long-xuyen-a426787.html
Komentar (0)