
Di dalam khazanah budaya tersebut, gaya bernyanyi Kiến Tại, yang juga dikenal sebagai nyanyian rakyat Kiến Tại, telah menjadi salah satu ekspresi khas yang secara jelas mencerminkan kehidupan spiritual, kohesi komunitas, dan identitas budaya penduduk di wilayah terpencil dan berangin ini.
Suatu bentuk improvisasi rakyat yang unik.
Berbeda dengan bentuk pertunjukan rakyat lainnya di Vietnam Tengah seperti Bài Chòi atau Bả Trạo, yang memiliki struktur, peran, dan aturan pertunjukan yang relatif stabil, saat ini belum ada definisi khusus untuk gaya bernyanyi Kiến Tại. Namun, gaya ini dapat dipahami secara sederhana sebagai bentuk improvisasi spontan dalam kehidupan sehari-hari.
Ini adalah bentuk nyanyian improvisasi di mana penyanyi tidak memerlukan teks atau naskah yang telah disiapkan sebelumnya, tetapi bergantung pada keadaan aktual, emosi pribadi, dan lingkungan sosial untuk menciptakan melodi dan lirik dalam sekejap.
Karena berasal dari kehidupan kerja dan interaksi sosial, gaya bernyanyi "kien tai" memiliki tingkat keaslian yang tinggi, terutama penggunaan dialek lokal, yang menciptakan nuansa ekspresif unik untuk gaya bernyanyi "kien tai" di Cu Lao Cham.
Peneliti Tran Van An juga mencatat bahwa: “Cua Lao Cham adalah oasis linguistik. Banyak jejak bahasa kuno yang terpelihara di sini, baik dalam kosakata maupun fonetik. Masyarakat Cu Lao Cham memiliki transformasi antara nada naik dan turun serta nada berat, misalnya: “cui” menjadi “cui” dan sebaliknya, “doi” menjadi “doi”. Pada pendengaran pertama, terdengar seperti dialek wilayah Thanh Nghe.” Berkat kombinasi yang cukup unik ini, gaya bernyanyi khas pulau ini dengan nada-nada yang berbeda tidak ditemukan di tempat lain.
Bernyanyi menghubungkan komunitas.
Selain mencerminkan karakteristik linguistik penduduk pulau, gaya nyanyian tradisional merupakan sarana untuk menyampaikan pengetahuan rakyat dan nilai-nilai budaya yang terkait erat dengan profesi nelayan, terutama mencerminkan kecintaan mendalam penduduk terhadap tanah air mereka, Kepulauan Cham: "Kepulauan Cham berdiri dengan anggun/ Mengirimkan kenangan di malam yang diterangi bulan, mengirimkan kasih sayang di pagi dan sore hari/ Kepulauan Cham tercinta/ Sebuah buaian di tengah ombak yang lembut dan berkabut."
Pada saat yang sama, hal itu mencerminkan kesulitan dan kesengsaraan yang dihadapi orang-orang dalam mencari nafkah di laut: “Profesi penangkapan ikan dengan jaring bertahan lama, profesi penangkapan ikan dengan kail mati lebih cepat / Penangkapan ikan dengan pukat cincin, penangkapan ikan dengan jaring, penangkapan ikan dengan kail / Penangkapan ikan dengan kail, penangkapan ikan dengan jaring, bagaimana kita bisa bersaing ketika jaringnya dangkal? / Sekarang langit telah kejam / Profesi penangkapan ikan dengan pukat cincin, rumah-rumah bertumpuk di sungai…” . Justru lingkungan alam yang menantang inilah yang memaksa orang untuk beradaptasi, bekerja sama, dan saling mendukung untuk bertahan hidup. Dari sinilah terbentuk karakteristik unik kehidupan penduduk Cu Lao Cham, dengan rasa kebersamaan sebagai aspek terpenting yang perlu disebutkan.
Rasa kebersamaan ini tidak hanya terbentuk oleh kondisi alam laut, tetapi juga tercermin dengan jelas dalam gaya nyanyian tradisional "kien tai". Dalam liriknya, orang-orang selalu hadir dalam hubungan kolektif, bekerja bersama, berbagi pengalaman, dan saling menyemangati untuk mengatasi kesulitan profesi nelayan. Oleh karena itu, nyanyian "kien tai" bukanlah gaya nyanyian individu yang tampil di depan banyak orang, melainkan bentuk interaksi komunitas. Banyak bait menunjukkan semangat kebersamaan dan ikatan antar manusia dalam pekerjaan dan produksi: "Dengan suami dan istri yang harmonis, bahkan Laut Timur pun dapat dikeringkan / Perahu kapten, perahu sahabat, dan perahu kapten dilepaskan ke langit / Mereka berdagang, kadang untung, kadang rugi / Perahuku, dilepaskan ke langit, juga mengalami hari-hari untung dan hari-hari rugi…"
Sentuhan pribadi dalam lirik komunitas
Selain sifat komunalnya, jejak individual dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Cu Lao Cham masih sangat terlihat. Ini adalah ciri khas yang menciptakan kedalaman budaya bagi gaya nyanyian rakyat setempat. Meskipun terbentuk dalam lingkungan kolektif, setiap penyanyi tetap memiliki suara, gaya improvisasi, dan kehidupan batin yang unik. Masyarakat tidak bernyanyi berdasarkan pola yang sudah ada, tetapi menciptakan lirik berdasarkan pengalaman dan emosi pribadi mereka. Oleh karena itu, setiap lagu membawa suara komunitas dan berfungsi sebagai ruang bagi orang-orang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan individu mereka. Individualitas dalam nyanyian rakyat setempat terutama terwujud dalam kemampuan untuk berkreasi secara spontan. Penyanyi harus berpikir cepat, memilih kata-kata, dan menyusun ide agar sesuai dengan kondisi dan keadaan. Ini membutuhkan pemikiran cepat, keterampilan improvisasi yang fleksibel, dan pengamatan yang tajam.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam lingkungan yang sangat komunal, penduduk Cu Lao Cham masih menghargai individualitas. Melalui lagu-lagu rakyat tradisional mereka, banyak bait yang secara langsung mencerminkan kesulitan dan kehidupan batin penduduk pulau tersebut: "Aku menyesali kancing-kancing yang cerah dan berkilau/ Aku harus menggantinya di kemeja lamaku." Atau: "Mengapa menikahi nelayan?/ Menikahi nelayan berarti jiwamu terikat pada tiang kapal..."
Lagu-lagu ini dengan sangat jujur mencerminkan kemiskinan dan kesulitan hidup masyarakat yang tinggal di tepi laut. Para penyanyi tidak menyembunyikan keadaan mereka, tetapi menggunakan lirik mereka untuk mengungkapkan perasaan dan mencari empati dari masyarakat. Selain kehidupan batin mereka, kehidupan emosional penduduk pulau tercermin dengan jelas melalui gaya nyanyian rakyat ini.
Dari lagu-lagu yang sederhana namun kaya akan emosi ini, dapat dilihat bahwa, secara sepintas, gaya bernyanyi ini berfungsi sebagai bentuk hiburan selama bekerja dan dalam kehidupan, atau dapat juga dianggap sebagai bentuk pertunjukan rakyat yang unik.
Namun, jika ditelaah lebih dalam, gaya bernyanyi ini menjadi sarana untuk menghubungkan jiwa, tempat untuk menyampaikan emosi batin, mencerminkan pengetahuan rakyat dan nilai-nilai khas pulau tersebut, terutama karakteristik unik dialek Pulau Cham.
Selain itu, gaya bernyanyi lokal secara jelas mencerminkan kehidupan sehari-hari penduduk pulau, kehidupan yang bersifat komunal sekaligus individualistis.
Dan dapat dipastikan bahwa gaya bernyanyi yang unik ini merupakan hasil dari proses panjang hidup berdampingan dengan samudra luas, di mana manusia saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup sambil terus menegaskan identitas mereka sendiri dalam komunitas tersebut.
Saat ini, di tengah perubahan masyarakat modern, khususnya proses urbanisasi dan perkembangan pesat industri pariwisata di Cu Lao Cham, gaya nyanyian rakyat tradisional mau tidak mau akan terpengaruh sampai batas tertentu karena ruang hidup tradisional menyusut dan generasi muda secara bertahap menjauh dari profesi pelaut.
Oleh karena itu, melestarikan dan mengembangkan gaya nyanyian Kiến bukan hanya tentang melestarikan nilai budaya rakyat, tetapi juga tentang melestarikan karakteristik inti yang tak ternilai dari komunitas pulau yang penuh kasih sayang dan erat.
Sumber: https://baodanang.vn/hat-kien-tai-thanh-am-cua-bien-dao-3342161.html










