Menurut Bapak Huynh Van Chuong, Ujian Kelulusan SMA tahun ini diikuti oleh lebih dari 1,2 juta kandidat, meningkat sekitar 60.000 dibandingkan tahun lalu dan merupakan jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Diperkirakan sekitar 2.500 pusat ujian dengan 50.000 ruang ujian akan disiapkan di seluruh negeri untuk melayani para kandidat.
Mengenai struktur ujian, ujian tetap stabil dengan 4 mata pelajaran, termasuk 2 mata pelajaran wajib (Matematika dan Sastra) dan 2 mata pelajaran pilihan.
Saat ini, sistem bank soal ujian sudah siap, tidak hanya untuk melayani Ujian Kelulusan SMA tahun 2026 tetapi juga untuk membuat peta jalan bagi ujian berbasis komputer mulai tahun 2027.
Pelatihan juga mengalami peningkatan signifikan mengikuti model "3-in-1", yang menggabungkan peraturan, pengujian, dan keterampilan teknis untuk meningkatkan efisiensi dan menghemat biaya.

Bapak Chuong menekankan bahwa pertanda positif tahun ini adalah pergeseran yang signifikan dalam jumlah kandidat yang mendaftar ujian ke arah mata pelajaran STEM.
Secara spesifik: Tingkat pendaftaran untuk Fisika dan Kimia meningkat sebesar 15-20%, dan Teknologi mengalami peningkatan dramatis sebesar 200%. Sebaliknya, pengecualian dari ujian bahasa asing menurun secara signifikan (kurang dari 8%) karena perubahan kebijakan penerimaan universitas yang tidak lagi terlalu bergantung pada sertifikat IELTS, menunjukkan bahwa siswa lebih fokus untuk mengikuti ujian ini.
Dengan banyaknya kandidat yang terdaftar, menurut Direktur Departemen Manajemen Mutu, ujian tahun ini memberikan tekanan signifikan pada pencetakan, pengangkutan lembar ujian, dan pengawasan, terutama di provinsi dan kota dengan jumlah kandidat yang besar seperti Hanoi , Ho Chi Minh City, Nghe An, dan Thanh Hoa. Pada saat yang sama, risiko kecurangan menggunakan perangkat berteknologi tinggi, terutama melalui ponsel pintar, tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, daerah juga perlu proaktif mempersiapkan dan menanggapi bencana alam dan tanah longsor pada awal Juni.
Berikan hukuman tegas terhadap tindakan kecurangan ujian.
Wakil Menteri Tetap Pendidikan dan Pelatihan Pham Ngoc Thuong, Ketua Komite Pengarah Nasional Ujian Kelulusan SMA 2026, meminta agar penyelenggaraan ujian harus menjamin keamanan, keseriusan, dan objektivitas yang mutlak. Pada tahun-tahun sebelumnya, upaya terkoordinasi dilakukan untuk mengangkut lembar ujian dengan berbagai cara, mulai dari mobil dan pesawat terbang hingga kapal, ke daerah-daerah kepulauan sebelum hari ujian.
Dengan ujian tahun ini yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juni, sekitar dua minggu lebih awal dari tahun lalu, Wakil Menteri Thuong meminta agar pemerintah daerah memastikan persiapan yang menyeluruh, komprehensif, dan teliti, tanpa ada satu langkah pun yang terlewatkan dari tingkat pusat hingga daerah.
Pemilihan personel, persiapan fasilitas, dan lokasi untuk mencetak dan menggandakan lembar ujian semuanya harus ditinjau dengan cermat. Secara khusus, tidak boleh ada sikap berpuas diri atau dangkal; pada saat yang sama, guru harus dilatih secara menyeluruh untuk membimbing dan mengingatkan siswa agar benar-benar mematuhi peraturan ujian.
Mengingat skala ujian yang besar, pimpinan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mendesak seluruh personel yang akan mengikuti ujian untuk benar-benar menghindari sikap lengah. "Bahkan dengan pengalaman bertahun-tahun, hanya mengandalkan pengalaman saja dapat dengan mudah menyebabkan kesalahan. Pelatihan harus menyeluruh, mulai dari kesadaran hingga keterampilan profesional," katanya.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan serta unit-unit lainnya akan berkoordinasi dalam menyebarkan informasi, memastikan keamanan dan keselamatan ujian, sekaligus memperkuat pelatihan tentang peraturan ujian, memperketat prosedur pengawasan, mencegah kebocoran soal ujian, dan menangani secara tegas kegiatan kecurangan berteknologi tinggi.
Sumber: https://tienphong.vn/he-thong-ngan-hang-de-thi-tot-nghiep-thpt-da-san-sang-post1841568.tpo








Komentar (0)