![]() |
Glasner bersikap tidak jelas mengenai masa depannya di Palace. Foto: Reuters . |
Oliver Glasner memasuki periode paling kritis sejak mengambil alih kepemimpinan Crystal Palace.
Menyusul hasil imbang 1-1 melawan Zrinjski Mostar di leg pertama babak play-off Conference League pada pagi hari tanggal 20 Februari, manajer asal Austria itu mendapat cemoohan dari tribun stadion tim tamu. Teriakan "Kami ingin Glasner keluar" dan "Dia akan dipecat besok pagi" terdengar jelas.
Performa Palace menjadi alasan utama protes tersebut. Tim asal London Selatan ini hanya memenangkan 1 dari 15 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Di Liga Premier, mereka berada di peringkat ke-13 dan hanya berjarak 8 poin dari zona degradasi. Situasi ini belum kritis, tetapi cukup untuk memberi tekanan pada Palace agar berusaha sebaik mungkin di setiap pertandingan mendatang.
Kontrak Glasner berlaku hingga akhir Juni. Dia mengkonfirmasi bahwa dia telah memberi tahu ketua Steve Parish pada bulan Oktober bahwa dia akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir. Namun, ketika ditanya apakah dia akan tetap tinggal hingga akhir musim, dia menjawab singkat: "Mari kita tunggu dan lihat, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi."
Manajer berusia 51 tahun itu bertanggung jawab atas serangkaian hasil buruk. "Kami tidak dalam performa terbaik. Saya bertanggung jawab atas seluruh tim," katanya. Namun, Glasner menekankan bahwa Palace kini memiliki poin lebih banyak daripada di 8 dari 10 musim terakhir.
Ia juga berterus terang tentang kesulitan personel. Penjualan kapten Marc Guehi ke Manchester City pada bulan Januari membuat Glasner sangat kecewa. Ia menyatakan bahwa ia "tidak cukup baik untuk menggantikan para pemain yang pergi" dan belum mampu mengintegrasikan pemain baru dengan cara terbaik.
![]() |
Kepergian Guehi dari Palace mengejutkan Glasner. Foto: Reuters. |
Palace mendatangkan Brennan Johnson dan Jorgen Strand Larsen serta meminjam Evann Guessand selama jendela transfer musim dingin. Namun, dampak dari pemain-pemain baru ini masih belum terlihat.
Pertandingan akhir pekan ini melawan Wolverhampton Wanderers bisa menjadi titik balik bagi Glasner. Ini bukan pertama kalinya Glasner menyatakan keinginan untuk pergi; sebelumnya di musim ini, ia mengancam akan meninggalkan Crystal Palace jika klub tidak bisa mempertahankan Guehi.
Saat itu, Palace membatalkan transfer Guehi ke Liverpool untuk memastikan keduanya akan bermain bersama di musim 2025/26. Namun, tim tersebut kini telah kehilangan Guehi yang pindah ke Manchester City dan akan segera menghadapi kepergian Glasner.
Sumber: https://znews.vn/hlv-oliver-glasner-lai-doa-roi-palace-post1629245.html










Komentar (0)