Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Pelatih Troussier menghadapi kesulitan yang semakin meningkat

VTC NewsVTC News14/10/2023

[iklan_1]

Dalam pertandingan persahabatan pertama di bawah asuhan pelatih Philippe Troussier, lawan tim Vietnam lebih kuat dari pertandingan sebelumnya. Pertandingan melawan Korea Selatan merupakan tantangan terberat. Son Heung-min dan rekan-rekannya berada di level yang sangat berbeda dari lawan-lawan tim Vietnam sebelumnya.

Korea Selatan berada di peringkat ke-26 dalam peringkat FIFA. Di Asia, hanya dua tim yang peringkatnya di atas Korea Selatan: Jepang (19) dan Iran (21). Tunisia—peringkat ke-29 dunia —baru-baru ini dikalahkan 0-4 oleh Korea Selatan dalam pertandingan di mana Son Heung-min tidak bermain satu menit pun.

Tim Vietnam tidak dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Korea. (Foto: VFF)

Tim Vietnam tidak dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Korea. (Foto: VFF)

Perbedaan tingkat keterampilan antara kedua tim sangat besar. Menghadapi lawan sekuat itu, tim Vietnam tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Baik kelemahan subjektif maupun objektif membuat tantangan ini semakin sulit bagi tim Vietnam. Jika Pelatih Troussier dan timnya kalah dalam pertandingan ini, hal itu tidak akan mengejutkan.

Pertama-tama, tim Vietnam sedang tidak dalam performa terbaik selama sesi latihan ini. Pelatih Troussier masih kesulitan membangun skuad dan gaya bermainnya, sementara para pemain asuhan pelatih Prancis tersebut belum mampu beradaptasi dengan gaya taktik baru.

Performa buruk dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan bahwa tim Vietnam belum siap menghadapi tim-tim papan atas di benua ini. Mereka belum memenuhi persyaratan, baik dari segi gaya bermain, maupun hasil.

Memang, sulit mengharapkan tim Vietnam bermain mulus saat ini, mengingat tim masih kacau balau akibat eksperimen. Kekuatan yang diturunkan Pelatih Troussier pada sesi latihan Oktober jelas bukan yang terbaik, dan para pemain yang dipanggil pun tidak dalam kondisi terbaik. Pertandingan internasional Oktober berlangsung tepat di sela-sela jeda antara dua musim V-League.

Tak heran jika tim Vietnam kalah telak dari Korea Selatan. (Foto: VFF)

Tak heran jika tim Vietnam kalah telak dari Korea Selatan. (Foto: VFF)

Pelatih asal Prancis itu memanggil banyak pemain muda, bahkan mereka yang sebelumnya jarang dimainkan. Kecuali Nguyen Dinh Trieu dan Nguyen Thai Son, belum ada wajah baru di bawah asuhan Troussier yang menorehkan prestasi gemilang.

Tim Vietnam tidak memiliki peringkat tinggi, dan telah kehilangan dua pemain yang dianggap memiliki lebih banyak pengalaman dan keterampilan daripada kebanyakan rekan satu tim mereka. Nguyen Tien Linh dilarang bermain karena kartu merah dalam pertandingan persahabatan melawan Tiongkok, sementara Nguyen Quang Hai juga tidak dapat bermain karena cedera yang membuatnya hanya bermain selama 16 menit melawan Uzbekistan.

Dalam situasi yang tidak menguntungkan seperti ini, apa yang bisa diharapkan tim Vietnam dan para penggemarnya dari pertandingan persahabatan pada 17 Oktober? Bahkan di puncak performanya, tim Vietnam hampir tidak bisa membayangkan kemenangan melawan Korea, bahkan hasil imbang pun sangat sulit.

Bagi pelatih Troussier, pertandingan ini jelas merupakan latihan bertahan.

"Melawan lawan Korea, kami perlu meningkatkan dan memperkuat organisasi pertahanan kami dalam situasi terbuka. Saya rasa tim hanya bisa menguasai 30-35% bola. Sisa waktu tanpa bola harus dijaga dengan disiplin dan organisasi pertahanan yang baik," ujar pelatih asal Prancis itu.

Melawan Uzbekistan dan Tiongkok, tim Vietnam tidak bermain baik di lini pertahanan. Anak-anak asuh Troussier kebobolan dua gol akibat buruknya organisasi pertahanan, sementara dua gol lainnya disebabkan oleh umpan-umpan buruk di kandang sendiri.

Dengan gaya bermain yang belum terbentuk sempurna, bukan skuad terbaik, dan menghadapi tim kelas dunia, kemungkinan besar tim Vietnam akan kalah telak. Skenario ini bahkan lebih mungkin terjadi jika tim Korea menggunakan susunan pemain terkuatnya dan bermain dengan kekuatan penuh seperti yang diprediksi media Korea.

Phuong Mai


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk