
Oleh karena itu, pertukaran yang direncanakan antara AS, Iran, dan mediator dari Pakistan dan Qatar tidak dapat berjalan sesuai jadwal. Pengumuman Swiss tersebut datang beberapa jam setelah Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance tidak akan melakukan perjalanan ke Swiss pada 19 Juni untuk memimpin putaran pembicaraan baru tentang program nuklir Teheran seperti yang direncanakan.
Sementara itu, kantor berita Tasnim Iran, mengutip sumber di Teheran, melaporkan bahwa belum ada konfirmasi resmi mengenai kedatangan delegasi Iran di Swiss untuk pembicaraan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Iran, Masoud Pezeshkian, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Mengingat perkembangan terbaru ini, berbagai negara terus mendorong dialog mengenai situasi di Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengumumkan bahwa Menteri Luar Negerinya akan memimpin pertemuan empat pihak bersama Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar di kota Alamein, Mesir utara, di pantai Mediterania pada tanggal 21 Juni.
Mesir tidak merinci agenda-agenda tersebut, tetapi keempat negara yang disebutkan di atas semuanya telah terlibat dalam upaya diplomatik terkait dalam beberapa waktu terakhir.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/hoan-dam-phan-my-iran-post858219.html










