
Selama beberapa generasi, masyarakat setempat telah mempertahankan beberapa mata pencaharian tradisional seperti pertanian tebang bakar, berburu, mengumpulkan hasil hutan, dan eksploitasi sumber daya hutan. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menjamin penghidupan mereka tetapi juga mengumpulkan kekayaan pengetahuan lokal yang melimpah. Masyarakat memahami hukum hutan, tahu cara memilih lahan, memprediksi cuaca, menggunakan tanaman obat, dan memanfaatkan sumber daya secara rasional.
Kehidupan spiritual masyarakat Katuic sangat dipengaruhi oleh animisme. Mereka percaya bahwa kekuatan gaib ada di alam, seperti roh hutan, roh gunung, roh air, dan roh padi. Ritual diadakan untuk mengungkapkan rasa hormat dan memohon perlindungan. Kepercayaan ini tidak hanya membimbing perilaku mereka terhadap alam tetapi juga berkontribusi untuk menjaga stabilitas dalam kehidupan sosial mereka.
Musik dan tari rakyat adalah jiwa dari festival-festival tersebut. Masyarakat Katuic memiliki sistem alat musik yang kaya, sebagian besar terbuat dari bambu, rotan, dan kayu hutan, seperti gendang, gong, seruling bambu, dan harmonika mulut. Melodi rakyat seperti karlơiq, baboiq, dan chachâp memiliki nilai artistik dan mengandung pengalaman produksi, filosofi hidup, dan kenangan komunitas.
Ukiran kayu merupakan ciri khas unik budaya Katuic. Dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti parang, kapak, dan pahat tangan, masyarakat menciptakan karya-karya indah pada rumah-rumah komunal (rumah gươl), rumah-rumah panjang (rumah rông), dan barang-barang rumah tangga. Gambar dan pola tersebut mencerminkan pandangan dunia dan kehidupan spiritual masyarakat Pegunungan Trường Sơn.
Selain itu, kerajinan tradisional terus memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Yang patut diperhatikan khususnya adalah tenun brokat masyarakat Ta Oi, dengan kain Dèng mereka yang menampilkan pola yang indah dan warna yang harmonis. Di samping itu, kerajinan lain seperti anyaman keranjang, pembuatan alat musik, dan pertukangan kayu turut berkontribusi pada identitas budaya unik daerah tersebut.
Dalam konteks modern, ruang budaya Katuic menghadapi banyak perubahan. Perkembangan ekonomi pasar, pertukaran budaya, dan perluasan infrastruktur transportasi telah membawa banyak peluang tetapi juga menimbulkan banyak tantangan.
Beberapa ritual tradisional tidak lagi dilakukan secara teratur atau telah disederhanakan skalanya. Mata pencaharian juga telah berubah karena banyak komunitas telah beralih ke kehutanan ekonomi, peternakan, dan terlibat dalam kegiatan produksi baru. Hal ini sedikit banyak mengurangi peran pengetahuan adat dan berisiko mengikis identitas budaya.
Untuk konservasi yang efektif, masyarakat harus ditempatkan sebagai pusatnya. Kebijakan pembangunan harus menghormati dan mempromosikan peran masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama, sekaligus dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Pewarisan pengetahuan adat, pemugaran festival, dan pelestarian kerajinan tradisional harus dilakukan secara paralel dengan peningkatan taraf hidup ekonomi.
Ruang budaya Katuic merupakan hasil dari proses sejarah yang panjang, mencerminkan ikatan erat antara masyarakat dan pegunungan Truong Son. Di era modern, jika dilestarikan dan dipromosikan dengan baik, nilai-nilai ini tidak hanya akan berkontribusi pada pelestarian identitas budaya tetapi juga menjadi sumber daya penting bagi pengembangan budaya dan pariwisata di wilayah Tengah.
Sumber: https://baodanang.vn/hon-van-hoa-katuic-3335974.html









