SGGP
Indonesia berencana membangun sistem kereta api ringan (LRT) di pulau wisata populer Bali tahun depan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dari bandara.
Bali menarik jutaan wisatawan asing setiap tahunnya. Namun, jalan-jalan sempit yang tersebar di seluruh pulau mengalami kemacetan parah sejak dibuka kembali setelah pandemi Covid-19.
Menurut CNA, Menteri Kemaritiman dan Koordinasi Investasi Luhut Pandjaitan, LRT akan dibangun di bawah tanah, menghubungkan bandara internasional pulau tersebut dengan kawasan wisata populer Canggu dan Seminyak. Bandara tersebut diharapkan dapat melayani 24 juta penumpang setiap tahunnya pada tahun 2025-2026.
Proyek yang dipelopori oleh Presiden Joko Widodo ini telah menarik minat investasi dari Seoul, Tokyo, dan Beijing.
Sumber






Komentar (0)