Banyak laporan terbaru menunjukkan bahwa iPhone Air belum mencapai kesuksesan yang diharapkan. Beberapa faktor telah berkontribusi pada kurangnya minat pengguna, seperti pengaturan kamera tunggal dan masa pakai baterai yang buruk. Menurut 9to5mac , iPhone Air 2 akan mengatasi masalah-masalah ini.

iPhone ultra-tipis generasi pertama tidak mendapat banyak perhatian dari pengguna (Gambar: 9to5mac).
Apple dilaporkan sedang meneliti teknologi layar CoE, yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan panel layar yang lebih tipis dan lebih terang. iPhone Fold diharapkan menjadi perangkat pertama dari perusahaan yang menggabungkan teknologi layar baru ini. Setelah itu, perusahaan berencana untuk melengkapi iPhone Air 2 dengan layar CoE.
Dengan membuat layar yang lebih tipis, perusahaan dapat mengoptimalkan komponen dan menghemat ruang internal. Ruang yang dihemat ini kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas baterai.
Selain itu, teknologi baru ini membuat tampilan lebih terang tanpa mengonsumsi daya baterai tambahan. Akibatnya, perangkat akan menggunakan lebih sedikit energi.
Sementara itu, sebuah laporan dari The Elec mengungkapkan bahwa Apple akan menambahkan lensa ultra-wide-angle ke iPhone Air 2. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman fotografi dan mengatasi keterbatasan pendahulunya.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial Weibo, akun Fixed Focus Digital mengungkapkan bahwa Apple masih akan meluncurkan iPhone Air 2 pada bulan September.
Sebuah laporan dari SellCell menunjukkan bahwa iPhone Air adalah lini produk Apple yang mengalami penyusutan nilai tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Tingkat penyusutan rata-rata untuk lini produk ini mencapai 44,3%, tertinggi sejak iPhone 14 Plus dan iPhone 13 Mini.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/iphone-air-2-se-co-cai-tien-quan-important-20260109222019435.htm








