Dalam uji skala besar baru-baru ini, CNET melakukan dua pengujian ketat terhadap 35 model smartphone populer di pasar AS untuk menilai daya tahan baterai dalam kondisi nyata.

iPhone 17 Pro Max mencapai daya tahan baterai terlama dalam pengujian dunia nyata yang dilakukan CNET. (Gambar: CNET)
Tes pertama melibatkan pemutaran video terus menerus selama tiga jam melalui Wi-Fi dengan kecerahan layar maksimal, sedangkan tes kedua adalah rangkaian aktivitas intensitas tinggi selama 45 menit yang meliputi bermain game, menonton video, panggilan video, dan menjelajah media sosial. Hasil akhir adalah rata-rata dari kedua tes tersebut.
Yang paling meyakinkan di peringkat teratas adalah iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas baterai 5.088 mAh, bukan angka yang paling mengesankan dari segi spesifikasi. Namun, model unggulan Apple ini telah membuktikan efisiensinya yang superior berkat kombinasi sempurna antara chip A19 Pro yang hemat daya dan optimasi mendalam antara perangkat keras dan sistem operasi iOS 26.
Yang lebih menarik lagi, model dasar iPhone 17 dengan baterai hanya 3.692 mAh berada di posisi kedua bersama OnePlus 15, yang memiliki baterai besar 7.300 mAh.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapasitas baterai yang lebih besar tidak selalu berarti waktu penggunaan aktual yang lebih baik, terutama karena banyak produsen beralih ke teknologi baterai silikon-karbon untuk meningkatkan kapasitas tanpa membuat perangkat lebih tebal.
Meskipun beberapa ponsel yang menggunakan baterai silikon-karbon, seperti OnePlus 15 atau Poco F7 Ultra, memiliki performa yang baik, produk Apple tetap unggul karena manajemen daya yang lebih efisien.

Peringkat ponsel dengan daya tahan baterai terbaik menurut CNET. (Gambar: CNET)
Saat menghitung skor merek rata-rata, Apple terus memimpin dengan 91,7%, jauh di depan OnePlus yang berada di posisi kedua. Merek-merek besar lainnya seperti Motorola, Samsung, dan Google berada di belakangnya. Hal ini semakin memperkuat posisi Apple dalam menyediakan pengalaman baterai yang stabil dan tahan lama bagi penggunanya.
Dalam survei lain yang dilakukan oleh CNET bekerja sama dengan YouGov pada September 2025, daya tahan baterai merupakan faktor terpenting ketika konsumen memutuskan untuk membeli smartphone baru, setelah harga. Oleh karena itu, hasil tes ini memiliki implikasi praktis yang signifikan, terutama bagi mereka yang sering menggunakan ponsel mereka secara intensif.
Terlepas dari dorongan banyak produsen terhadap teknologi baterai silikon-karbon, Apple tetap berkomitmen pada solusi tradisional dan terus menunjukkan bahwa optimasi perangkat lunak dan integrasi chip prosesor adalah kunci untuk mencapai kinerja baterai terbaik. Hasil ini sekali lagi menegaskan kekuatan ekosistem Apple dalam persaingan smartphone yang semakin sengit.
Sumber: https://vtcnews.vn/iphone-vuot-35-mau-smartphone-ve-thoi-luong-pin-ar1001752.html






Komentar (0)