Menurut koresponden VNA di Tel Aviv, Menteri Luar Negeri Iran Sayyid Abbas Araghchi pada tanggal 23 Maret menegaskan bahwa negaranya menolak untuk bernegosiasi secara langsung dengan AS dalam kondisi "tekanan maksimum" saat ini, dan pada saat yang sama menolak prospek memulihkan kesepakatan nuklir 2015 dalam bentuk aslinya.
"Tidak ada orang bijak yang akan terlibat dalam negosiasi langsung di bawah tekanan maksimal," tegas Menteri Luar Negeri Araghchi.
Selain itu, Bapak Araghchi mengakui bahwa Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 masih dapat berfungsi sebagai "dasar dan model" bagi diplomasi di masa depan.
Namun, Tn. Araghchi mengatakan bahwa memulihkan kesepakatan dalam bentuk dan isi sebelumnya tidak mungkin lagi, dengan mengutip kemajuan Iran dalam kemampuan nuklir sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut pada tahun 2018.
Selain itu, Tn. Araghchi juga menegaskan bahwa aktivitas nuklir Iran adalah untuk tujuan damai dan strateginya masih bernegosiasi secara tidak langsung dengan AS.
[iklan_2]
Sumber: https://baodaknong.vn/iran-tu-choi-dam-phan-ve-hat-nhan-khi-bi-my-gay-ap-luc-toi-da-246960.html
Komentar (0)