Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Israel luncurkan operasi 'Pedang Besi', presiden Palestina tekankan 'hak membela diri'; reaksi beragam atas ketegangan baru di Timur Tengah

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế07/10/2023

[iklan_1]
Saat Israel melancarkan Operasi Pedang Besi sebagai respons terhadap serangan roket Hamas, presiden Palestina berbicara tentang 'hak membela diri'. Reaksi pertama terhadap ketegangan terbaru di Timur Tengah.
Tổng thống Abbas: Người Palestine có quyền tự vệ
Sebuah tank Israel hancur di Jalur Gaza. (Sumber: AP)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan pada tanggal 7 Oktober yang mengatakan bahwa negaranya berada dalam keadaan "perang" dan bukan dalam keadaan operasi, dan berjanji bahwa musuh akan "membayar harganya."

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka telah meluncurkan Operasi Pedang Besi sebagai tanggapan atas serangan roket oleh pasukan Hamas dari Jalur Gaza.

Pada pagi hari tanggal 7 Oktober, Hamas mengumumkan telah menembakkan sekitar 5.000 roket ke Israel. Juru bicara IDF, Daniel Hagari, mengatakan bahwa lebih dari 2.200 roket telah ditembakkan ke Israel sejak pukul 06.30 pagi di hari yang sama. Hamas melancarkan serangan di ketiga front: darat, laut, dan udara. Pertempuran saat ini sedang berlangsung antara tentara Israel dan Hamas di setidaknya 7 lokasi. IDF diperkirakan akan mengerahkan puluhan ribu tentara tambahan untuk berpartisipasi dalam serangan balasan ini.

Dari Palestina, kantor berita resmi WAFA mengutip Presiden Mahmoud Abbas pada 7 Oktober yang menekankan bahwa warga Palestina memiliki hak untuk membela diri dari "terorisme oleh pemukim dan penjajah."

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bapak Abbas pada pertemuan darurat dengan sejumlah pejabat tinggi Otoritas Palestina yang diadakan di Ramallah.

Dalam perkembangan terkait, gerakan Islam Hizbullah mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan di Jalur Gaza dan "berhubungan langsung dengan pimpinan gerakan Islam Palestina, Hamas".

Menyusul serangkaian serangan roket terhadap Israel, Hizbullah menekankan bahwa serangan itu merupakan "tanggapan tegas terhadap pendudukan Israel yang berkelanjutan dan sebuah pesan bagi mereka yang menginginkan normalisasi hubungan dengan Israel".

Tổng thống Abbas: Người Palestine có quyền tự vệ
Tentara Israel berpatroli di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, setelah bentrokan dengan kelompok bersenjata Palestina pada 5 Oktober. (Sumber: AFP)

Beberapa negara telah menyatakan reaksi mereka terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah. Mesir memperingatkan "konsekuensi serius" dari eskalasi antara Israel dan Palestina. Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan yang menyerukan semua pihak untuk "menahan diri semaksimal mungkin dan menghindari membahayakan warga sipil."

Sementara itu, Inggris dan Jerman "mengutuk keras" serangan mendadak Hamas terhadap Israel dan menyatakan solidaritas mereka dengan Israel dan rakyatnya.

Di platform media sosial X pada hari yang sama, Penjabat Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengutuk serangan dari Gaza terhadap Israel. Pejabat tersebut menekankan: "Kami mengutuk keras serangan teroris yang sangat serius dari Gaza terhadap Israel. Kami sungguh terkejut dengan tindakan kekerasan yang tidak pandang bulu ini."

Pada tanggal 7 Oktober, Kedutaan Besar Prancis di Israel mengutuk serangan oleh gerakan Islam Palestina Hamas terhadap Israel, dan menyebutnya sebagai "serangan teroris yang tidak dapat diterima".

Di media sosial X, Kedutaan Besar Prancis menulis: "Mengerikan dengan perkembangan di Israel selatan. Serangan teroris ini tidak dapat diterima dan harus dikutuk. Kami mendukung Israel dan rakyat Israel."

Sementara itu, pada tanggal 7 Oktober, Rusia meminta semua pihak untuk menahan diri setelah pasukan Palestina menembakkan ratusan roket ke Israel, yang kemudian diikuti dengan serangan udara balasan Israel ke Jalur Gaza.

"Kami terus berkomunikasi dengan semua pihak. Dengan Israel, Palestina, Arab... terkait eskalasi konflik Israel-Palestina.... Tentu saja, kami selalu menyerukan untuk menahan diri," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov kepada Interfax.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta Israel dan Palestina untuk "bertindak rasional" dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

"Kami menyerukan semua pihak untuk bertindak rasional dan menghindari langkah impulsif yang meningkatkan ketegangan," ujar Erdogan, pendukung setia perjuangan Palestina, dalam sebuah pernyataan setelah gelombang serangan roket dan rudal dari Jalur Gaza ke Israel yang menewaskan sedikitnya 22 warga Israel dan melukai sekitar 545 lainnya.

Pada hari yang sama, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Teheran mendukung serangan Palestina terhadap Israel.


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk