Menurut Dr. Tra Anh Duy, MD, PhD, dari Men's Health Center, seperti yang dibagikan di VnExpress, cahaya biru dari layar ponsel dapat menghambat melatonin – hormon yang membantu tubuh tertidur secara alami. Ketika tidur larut dan tidak tidur nyenyak, tubuh mengalami kelelahan berkepanjangan, yang secara langsung memengaruhi kadar testosteron pada pria dan keseimbangan hormonal pada wanita.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari 5 jam per malam selama sekitar satu minggu dapat secara signifikan mengurangi kadar testosteron pada pria. Hormon ini memainkan peran penting dalam libido, fungsi ereksi, stamina, dan suasana hati. Ketika hormon ini menurun, pria mungkin merasa acuh tak acuh terhadap seks, sementara wanita sering mengalami kelelahan dan kehilangan minat pada keintiman.
Perlu dicatat bahwa dampak penggunaan telepon tidak hanya terbatas pada kurang tidur.

Gambar ilustrasi
Ketika suami dan istri berbaring berdampingan tetapi tidak lagi berhubungan intim.
Banyak pasangan saat ini memiliki rutinitas tidur yang sama: masing-masing memegang ponsel, satu menonton TikTok, yang lain menjelajahi Facebook, yang lain lagi menjawab pertanyaan terkait pekerjaan, dengan hampir tidak ada percakapan di antara mereka. Pelukan, belaian, atau beberapa menit percakapan yang tulus sebelum tidur secara bertahap menghilang.
Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai "phubbing"—mengabaikan orang di sebelah Anda untuk fokus pada ponsel Anda. Dalam jangka panjang, hal ini menciptakan perasaan diabaikan dalam pernikahan.
Hasrat seksual tidak muncul begitu saja secara spontan seperti membalik saklar. Hasrat itu dipupuk melalui interaksi kecil: kontak mata, sentuhan, pertanyaan, perasaan diperhatikan dan didengarkan. Ketika semua energi emosional terserap oleh layar ponsel, keintiman antara dua orang secara bertahap berkurang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa berbaring berdampingan sementara semua orang asyik dengan ponsel mereka membuat otak terbiasa dengan rangsangan cepat, singkat, dan konstan dari video , pesan, notifikasi, atau "suka". Seiring waktu, otak menjadi kurang peka terhadap emosi yang lambat dan mendalam dalam kehidupan nyata, termasuk keintiman pernikahan.
Memiliki telepon di kamar tidur juga dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.
Selain mengurangi libido, menggunakan ponsel sebelum tidur juga menyebabkan sejumlah masalah lain seperti:
Gangguan tidur, kesulitan tertidur, dan tidur dangkal; peningkatan stres dan kecemasan; penurunan konsentrasi dan energi di siang hari; peningkatan risiko obesitas karena begadang dan makan di malam hari; memburuknya disfungsi ereksi pada pria; dan peningkatan iritabilitas dan konflik antara pasangan suami istri karena kurangnya komunikasi.
Terutama bagi mereka yang telah mencapai usia paruh baya, tekanan pekerjaan dan kehidupan sudah menyebabkan kelelahan fisik. Jika mereka begadang hingga pukul 1-2 pagi setiap malam hanya untuk melihat-lihat ponsel, fungsi fisiologis mereka dapat dengan mudah menurun.
Banyak pria keliru percaya bahwa mereka mengalami "disfungsi seksual" dan diam-diam mencari obat-obatan peningkat gairah seksual, padahal sebenarnya penyebabnya terletak pada gaya hidup tidak sehat dalam jangka panjang.
Bagaimana kita bisa mencegah ponsel merusak pernikahan kita?
Para ahli menyarankan bahwa menjauhkan diri sepenuhnya dari telepon bukanlah hal yang perlu, tetapi penting untuk menetapkan batasan yang jelas, terutama di malam hari.
Beberapa kebiasaan sederhana namun sangat efektif meliputi:
Berhentilah menggunakan ponsel Anda setidaknya 30-60 menit sebelum tidur.
Jangan membawa laptop atau ponsel ke tempat tidur kecuali benar-benar diperlukan.
Matikan notifikasi media sosial di malam hari.
Luangkan waktu untuk mengobrol, saling memijat, atau berpelukan sebelum tidur.
Tidurlah tepat waktu dan prioritaskan untuk mendapatkan 7-8 jam tidur.
Batasi menonton video pendek yang memberikan stimulasi otak terus-menerus.
Banyak pasangan telah merasakan perubahan signifikan setelah menerapkan "waktu tanpa perangkat elektronik" di malam hari. Mereka tidur lebih nyenyak, mengalami lebih sedikit stres, dan merasa lebih dekat dengan pasangan mereka.
Dalam pernikahan, terkadang yang mendinginkan hubungan bukanlah pihak ketiga, melainkan layar ponsel yang selalu menyala di antara kalian berdua setiap malam.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/ke-thu-am-tham-bao-mon-doi-song-tinh-duc-vo-chong-172260513072627952.htm








Komentar (0)