Episode terakhir musim ke-5, dan musim terakhir dari serial The Boys , ditayangkan pada tanggal 20 Mei. Sebagai penutup dari franchise superhero populer ini, episode tersebut mendapat perhatian yang signifikan dari para penonton televisi.
![]() |
Episode terakhir serial The Boys memicu kontroversi hebat. Foto: Prime Video . |
Di adegan terakhir, The Boys memasuki Gedung Putih, sementara Hughie dan MM menghadapi Oh Father, dan Butcher serta Kimiko menerobos masuk ke Ruang Oval tepat saat Homelander sedang berpidato di depan umum. Homelander bergumam tentang menjadi penguasa abu setelah memusnahkan umat manusia, dan kemudian hidup dalam kesendirian abadi.
Tepat saat itu, Butcher muncul dengan linggisnya, dan pertempuran pun terjadi. Inilah pertarungan yang telah ditunggu-tunggu oleh para penonton. Namun, peristiwa tersebut berlangsung agak di luar dugaan, kurang intens dan spektakuler seperti yang diharapkan. Seluruh perkelahian terbatas di Ruang Oval, dan ruangan itu sendiri hampir tidak mengalami kerusakan yang berarti.
Menurut Forbes , Homelander – meskipun telah menyuntikkan dirinya dengan serum V1 – tampak lebih lemah dari sebelumnya. Sinar laser dari matanya tidak lagi membelah musuh menjadi dua, tetapi hanya membuat mereka terpental. Kecepatan super Homelander (yang dulunya setara dengan A-Train) kini tidak cukup untuk menghindari tentakel Butcher. Sebelumnya, Homelander dapat dengan mudah membelah Kimiko menjadi dua dengan lasernya, tetapi sekarang serangan itu hanya mampu menjatuhkannya.
Selain itu, yang akhirnya mengalahkan Homelander bukanlah virus pembunuh Superman atau Soldier Boy—hal-hal yang telah diupayakan dengan susah payah dalam serial ini—melainkan sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Frenchie dan Sister Sage di episode sebelumnya tanpa persiapan apa pun. Ini dianggap sebagai solusi "anugerah Tuhan", yang sama sekali tidak meyakinkan bagi penonton.
![]() |
Serial The Boys resmi berakhir setelah 5 musim. Foto: Prime Video. |
Namun, aspek yang paling kontroversial adalah saat-saat terakhir sang penjahat, Homelander. Setelah memiliki kekuasaan yang luar biasa atas seluruh dunia selama beberapa musim, sang Jagal kini gemetar, menangis, dan memohon agar nyawanya diselamatkan sebelum dibunuh dengan kejam oleh Butcher.
Adegan ini telah dianalisis secara mendalam di media sosial dan berbagai forum film, dan dianggap sangat mengecewakan. Banyak penonton mengkritik serial The Boys karena membangun karakter Homelander dengan cara yang dimulai dengan kuat tetapi berakhir lemah, dengan akhir yang sama sekali tidak proporsional dengan apa yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Sumber: https://znews.vn/ket-the-boys-gay-that-vong-toan-tap-post1653009.html










Komentar (0)