
Upacara pembukaan berlangsung dalam suasana yang kaya akan budaya tradisional masyarakat Cham - Foto: DUC CUONG
Acara tersebut, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata bekerja sama dengan Komite Rakyat Provinsi Khanh Hoa, bertema "Melestarikan dan mempromosikan identitas budaya kelompok etnis Cham di era baru".
Festival tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tujuh provinsi dan kota: Khanh Hoa, Gia Lai, Dak Lak, Lam Dong, Tay Ninh, An Giang , dan Kota Ho Chi Minh.
Budaya Cham dan persatuan nasional
Dalam pidatonya di festival tersebut, Ibu Vo Thi Anh Xuan, Sekretaris Komite Sentral Partai Komunis dan Wakil Presiden Vietnam , menyatakan bahwa salah satu karakteristik menonjol dari budaya Cham di Vietnam adalah persatuan dalam asal etnis, sekaligus kaya dan beragam dalam kepercayaan agama dan ruang hidup.
"Di Vietnam bagian tengah selatan, masyarakat Cham masih melestarikan banyak festival, ritual, adat istiadat, dan kerajinan tangan yang unik; sementara di Vietnam bagian selatan, telah terbentuk ruang budaya yang berbeda yang menghubungkan agama dengan kehidupan."
"Keragaman inilah yang menciptakan keindahan budaya Cham, sekaligus menunjukkan kekayaan, toleransi, keterbukaan, dan persatuan dalam keragaman budaya Vietnam," tegas Wakil Presiden.

Upacara pembersihan makam - salah satu ritual unik masyarakat Cham di bekas Ninh Thuan - Foto: DUC CUONG
Menurut Bapak Nguyen Viet Hung, Ketua Komite Rakyat Provinsi Khanh Hoa, saat ini terdapat lebih dari 95.000 penduduk etnis Cham di wilayah tersebut, yang mewakili lebih dari 50% dari total populasi etnis Cham di seluruh negeri.
Wilayah ini juga melestarikan sistem warisan budaya Cham yang luas, termasuk kompleks menara kuno, pembuatan tembikar tradisional yang diakui oleh UNESCO, festival rakyat, dan harta karun pengetahuan budaya Cham yang dilestarikan dari generasi ke generasi.
“Festival Budaya Etnis Cham juga merupakan kesempatan bagi daerah ini untuk menampilkan citra masyarakat Khanh Hoa yang ramah, baik hati, dan dinamis. Khanh Hoa, dengan keindahan alam dan keberagaman budayanya, akan menjadi peluang bagi provinsi ini untuk mempromosikan pengembangan pariwisata budaya, berkontribusi pada penciptaan produk budaya dan pariwisata yang khas untuk meningkatkan daya saing dan posisi pariwisata dalam proses integrasi internasional,” tegas Bapak Hung.

Tarian tradisional Cham yang ditampilkan di festival - Foto: DUC CUONG
Warna-warna cerah budaya Cham
Menurut penyelenggara, festival ini akan berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Juni dengan banyak kegiatan budaya, olahraga, dan pariwisata unik yang mencerminkan identitas budaya khas kelompok etnis Cham, seperti: pertunjukan dan pengenalan festival tradisional dan ritual budaya; festival seni rakyat; pertunjukan kostum etnis; pengenalan kerajinan tradisional; pameran budaya Cham; dan kegiatan olahraga rakyat.
Pada malam pembukaan, sejumlah besar wisatawan dan penduduk setempat larut dalam suasana artistik yang memukau dari budaya etnis Cham.
Keunggulan program seni ini adalah memandu pengunjung dari asal-usul masyarakat Cham hingga esensi budaya dalam alur sejarah, sehingga menggambarkan citra komunitas Cham di era inovasi dan integrasi.

Para wisatawan mengunjungi dan mengagumi kompleks menara Poklong Garai Cham di Khanh Hoa - Foto: Duc Cuong
Bagi masyarakat Cham, festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya. Ini juga merupakan kesempatan bagi nilai-nilai yang telah dilestarikan untuk ditampilkan di alun-alun utama, menceritakan kisah vitalitas budaya yang telah ada selama berabad-abad di wilayah paling cerah dan berangin di negara ini.
Yang menarik, untuk pertama kalinya dalam kerangka festival ini, akan ada ruang instalasi seni multimedia yang menggabungkan proyeksi gambar, suara, dan dokumen digital tentang warisan budaya Cham, bersamaan dengan lokakarya yang membahas solusi untuk pelestarian warisan budaya yang terkait dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sumber: https://tuoitre.vn/khai-mac-ngay-hoi-van-hoa-dan-toc-cham-o-khanh-hoa-100260626163510616.htm








