Meraih miliaran dong setiap tahun dari pertanian sayuran bukanlah hal yang aneh di beberapa komune di bekas wilayah kota Sa Pa, tetapi di balik pendapatan yang diimpikan itu terdapat kesulitan, kerja keras, dan kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Namun, para petani ini gigih, terus berinovasi dan menerapkan teknologi tinggi dalam produksi untuk membuat lahan "berkembang".
Báo Lào Cai•10/03/2026
Daerah sekitar bekas kota Sa Pa memiliki tanah dan iklim yang cocok untuk menanam sayuran beriklim sedang. Hal ini menghasilkan wilayah penghasil sayuran yang luas dan bernilai ekonomi tinggi. Sebagian besar daerah penghasil sayuran menggunakan metode produksi berteknologi tinggi, seperti: menggunakan teknologi rumah kaca untuk mengurangi penggunaan pestisida, menghemat pupuk dan air irigasi; melengkapi dengan sistem irigasi otomatis; dan menggunakan varietas unggul dan berkualitas tinggi. Kecambah sate berasal dari Tiongkok, tetapi dengan memanfaatkan kondisi lokal, banyak rumah tangga telah dengan berani mengubah lahan sayuran musim dingin tradisional mereka menjadi lahan budidaya kecambah sate. Setiap hektar lahan budidaya kecambah sate dapat menghasilkan pendapatan sebesar 400 juta VND per tahun. Banyak rumah tangga dengan investasi yang signifikan dapat memperoleh miliaran VND setiap tahunnya dari budidaya kecambah sate.
Tahun 2025 membawa kesuksesan besar bagi petani tomat karena harga tomat mencapai puncaknya di atas 50.000 VND/kg. Petani di Sa Pa berbagi bahwa budidaya tomat memberikan nilai ekonomi yang tinggi, melebihi 1 miliar VND/hektar/tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, petani di Sa Pa dengan cepat mengadopsi budidaya kembang kol mini (sejenis kembang kol berukuran kecil). Dengan keunggulan mudah ditanam, berproduksi tinggi, dan populer di pasaran, setiap hektar kembang kol mini dapat menghasilkan nilai ekonomi sekitar 1 miliar VND per tahun. Sa Pa dianggap sebagai ibu kota budidaya jamur shiitake, dengan wilayah yang luas dan volume produksi yang tinggi. Jamur shiitake Sa Pa memiliki nilai obat dan nutrisi yang tinggi, sehingga memberikan pendapatan yang besar bagi para petani. Namun, investasi dalam budidaya jamur shiitake membutuhkan sumber daya keuangan yang signifikan dan teknologi modern.
Di balik keuntungan ekonomi tersembunyi kerja keras para petani setempat. Setiap panen sayuran yang sukses mewakili malam-malam tanpa tidur, kecemasan akan cuaca buruk, dan bahkan kegagalan panen serta kerugian yang tak terukur. Namun dengan cinta dan ketekunan, para petani Sa Pa tetap terikat pada tanah mereka, membuatnya "berkembang". Kebun sayur bernilai jutaan dolar ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi tetapi juga membawa nilai sosial, menyediakan pekerjaan tetap bagi banyak pekerja etnis minoritas lokal, dengan pendapatan rata-rata 6-8 juta VND per bulan. Pertanian sayuran merupakan kekuatan pertanian Sa Pa. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini telah menerapkan banyak kebijakan untuk mendorong produksi pertanian, terutama penerapan teknologi tinggi, menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, dan membangun Sa Pa yang lebih maju.
Komentar (0)