Apa itu pola tulang ikan (herringbone)?
Peraturan perundang-undangan saat ini tidak secara spesifik menyebutkan marka jalan yang disebut sebagai "marka tulang ikan". Namun, dalam praktiknya, "marka tulang ikan" sering digunakan untuk merujuk pada marka jalur berbentuk V untuk mengatur arus lalu lintas sebagaimana diatur dalam Lampiran G Standar Teknis Nasional QCVN 41:2019/BGTVT.
Oleh karena itu, spesifikasi untuk pola tulang ikan (herringbone) adalah sebagai berikut:
- Pola tulang ikan terdiri dari garis-garis putih padat sejajar, masing-masing selebar 45 cm, dengan jarak 100 cm antar tepinya, dan miring pada sudut 135 derajat berlawanan arah jarum jam terhadap arah pergerakan kendaraan.
- Marka yang menentukan alur lalu lintas berbentuk V berupa garis putih tunggal dan solid. Garis-garis ini memiliki lebar 20 cm.
Marka jalan berbentuk tulang ikan yang digunakan untuk mengatur arus lalu lintas berbentuk huruf V. (Foto: Polisi Lalu Lintas)
Arti dan penggunaan pola tulang ikan (herringbone)
Menurut Lampiran G Standar Teknis Nasional QCVN 41:2019/BGTVT, arti dan penggunaan penandaan herringbone adalah sebagai berikut:
- Marka lajur berbentuk V (sering disebut marka tulang ikan) digunakan untuk membatasi bagian permukaan jalan yang tidak diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan, melainkan berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas.
- Apabila marka jalan berbentuk tulang ikan (herringbone) digunakan, kendaraan wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan dilarang melintasi atau memotong marka tersebut kecuali dalam situasi darurat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya tahun 2008.
- Marka berbentuk tulang ikan (herringbone) umumnya digunakan untuk mengarahkan arus lalu lintas, seperti memandu kendaraan di gerbang tol atau mengarahkan lalu lintas di persimpangan sebidang yang kompleks.
Oleh karena itu, marka tulang ikan sangat penting dalam pengaturan marka lajur di area di mana lajur bergabung dan berpisah.
Kapan diperbolehkan untuk melintasi pola tulang ikan (herringbone)?
Dari arti garis herringbone, dapat dilihat bahwa kendaraan tidak diperbolehkan melintasinya saat berkendara. Namun, hukum masih mengizinkan kendaraan untuk melintasi garis herringbone dalam kasus-kasus tertentu yang telah ditentukan.
Berdasarkan peraturan dalam Lampiran G Standar Nasional Vietnam QCVN 41:2019/BGTVT tentang Rambu Lalu Lintas Jalan, marka tulang ikan didefinisikan sebagai berikut:
c. Jalur 4.2: Pengaturan aliran lalu lintas berbentuk V
Arti penggunaan: Marka lajur berbentuk V digunakan untuk membatasi bagian permukaan jalan yang tidak digunakan untuk lalu lintas kendaraan, melainkan untuk mengarahkan arus lalu lintas. Saat marka 4.2 digunakan, kendaraan harus mengikuti rute yang ditentukan dan tidak diperbolehkan melintasi atau melewati marka kecuali dalam situasi darurat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Jalan .
Oleh karena itu, kendaraan harus mengikuti lajur yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan melintasi garis kecuali dalam situasi darurat sebagaimana diatur. Situasi darurat di mana kendaraan diperbolehkan melintasi garis meliputi:
- Kendaraan tersebut mogok dan harus berhenti atau parkir di jalan.
Pengemudi dan kendaraan berada dalam kondisi berbahaya.
- Terdampak cuaca buruk…
Oleh karena itu, kendaraan diperbolehkan melintas di atas garis pola tulang ikan dalam situasi darurat yang disebutkan di atas.
CHAU THU
Sumber






Komentar (0)