Perkecambahan adalah proses alami di mana umbi mulai menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk tumbuh menjadi tanaman baru. Ketika kecambah muncul, sebagian pati dalam umbi diubah menjadi gula untuk memberi nutrisi pada kecambah saat tumbuh, menurut situs web kesehatan Verywell Health (AS).

Ubi jalar yang sudah bertunas masih bisa dimakan asalkan teksturnya keras, tidak berbau aneh, dan bebas dari jamur.
FOTO: N. Quy dibuat menggunakan AI
Oleh karena itu, kentang mungkin akan lebih manis dari biasanya. Namun, teksturnya juga dapat berubah, menjadi lebih kering atau berserat setelah dimasak.
Kentang yang sudah bertunas masih bisa dimakan jika...
Menurut para ahli nutrisi dan keamanan pangan, ubi jalar yang bertunas umumnya aman dikonsumsi jika umbinya masih keras, tidak busuk, bebas jamur, dan tidak berbau aneh, kata ahli nutrisi Samantha Peterson (AS).
Jika hanya ada beberapa tunas kecil dan umbinya masih keras, Anda dapat memotong tunas tersebut dan mengolahnya seperti biasa. Ubi jalar yang bertunas tidak selalu berarti beracun atau tidak dapat dimakan.
Kekhawatiran tentang ubi jalar yang bertunas sebagian besar berasal dari peringatan yang berkaitan dengan kentang. Namun, ubi jalar dan kentang adalah dua jenis tanaman yang berbeda, sehingga reaksi mereka terhadap perkecambahan tidak sama.
Kentang mengandung senyawa alami seperti solanin dan chaconin. Ketika kentang bertunas atau berubah menjadi hijau karena terpapar cahaya, kadar zat-zat ini dapat meningkat. Jika diserap dalam jumlah besar, dapat menyebabkan mual, sakit perut, diare, atau gejala keracunan lainnya.
Sementara itu, ubi jalar tidak mengakumulasi solanin pada tingkat yang mengkhawatirkan seperti kentang. Oleh karena itu, kemunculan tunas pada ubi jalar terutama mencerminkan transformasi alami umbi tersebut dan bukan menunjukkan peningkatan racun. Inilah mengapa para ahli umumnya menganggap ubi jalar yang bertunas jauh lebih aman daripada kentang yang bertunas.
Cara menyimpan ubi jalar
Untuk memperpanjang masa simpannya, ubi jalar sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung. Panas berlebihan atau kelembapan tinggi dapat memicu pertumbuhan tunas dan meningkatkan risiko pembusukan.
Kentang sebaiknya tidak disimpan dalam kantong plastik tertutup rapat karena kelembapan mudah menumpuk, menciptakan kondisi bagi pertumbuhan jamur. Sebaliknya, simpanlah kentang dalam keranjang atau kotak kardus dengan lubang ventilasi.
Selain itu, kentang sebaiknya dijauhkan dari buah-buahan yang menghasilkan banyak gas etilen, seperti apel. Gas ini dapat mempercepat pematangan dan penuaan sayuran, menyebabkan kentang bertunas lebih cepat.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ubi jalar sebaiknya tidak disimpan di lemari es. Suhu yang sangat rendah dapat mengubah struktur pati, menyebabkan ubi jalar kehilangan rasa manis alaminya dan menjadi lebih keras atau kering setelah dimasak, menurut Verywell Health .
Sumber: https://thanhnien.vn/khoai-lang-moc-mam-co-an-duoc-khong-185260625141501518.htm








