![]() |
Persaingan untuk memperebutkan delapan posisi teratas di Liga Champions musim ini menjadi sulit diprediksi. |
Tim asuhan Pep Guardiola turun ke peringkat 11, di tengah serangkaian kemenangan yang diraih oleh rival langsung mereka. Sebelum pertandingan terakhir, delapan tim – termasuk Man City – sama-sama mengumpulkan 13 poin, membuat persaingan untuk delapan besar semakin ketat.
Pada pertandingan terakhir, Man City akan menjamu Galatasaray di Stadion Etihad. Namun, kemenangan pun tidak menjamin tempat langsung di babak 16 besar.
Untuk masuk ke delapan besar, tim Guardiola tidak hanya perlu menang tetapi juga berharap setidaknya tiga dari lima tim di atas mereka gagal meraih tiga poin penuh, sekaligus memperbaiki selisih gol mereka untuk melampaui Atletico Madrid dan Atalanta, dua tim yang berada di belakang mereka.
Harapan kembali menyala untuk Man City karena dua rival yang saat ini berada di 8 besar dengan masing-masing 13 poin, PSG dan Newcastle, akan saling berhadapan langsung di pertandingan terakhir. Sementara itu, tim-tim lain di grup dengan 13 poin akan bermain melawan lawan di luar 8 besar.
Di antara tim-tim Inggris lainnya, Arsenal sudah dipastikan lolos dan hanya membutuhkan satu poin saat bertandang ke Kairat Almaty untuk memuncaki grup. Liverpool berada di posisi keempat, aman dengan hasil imbang, tetapi kemenangan akan memberi mereka kendali atas nasib mereka sendiri. Tottenham berada tepat di belakang mereka dengan 14 poin dan hampir wajib menang saat bertandang ke Frankfurt.
Chelsea saat ini berada di peringkat kedelapan dan akan bermain tandang melawan Napoli di pertandingan terakhir mereka. Karena selisih gol mereka yang buruk, kemenangan hampir wajib jika mereka ingin menghindari degradasi.
Oleh karena itu, persaingan untuk finis di delapan besar menjadi sangat menegangkan, dengan setiap gol dan setiap hasil di pertandingan terakhir berpotensi mengubah nasib banyak tim besar.
Sumber: https://znews.vn/kich-ban-nghet-tho-o-champions-league-post1621684.html







Komentar (0)