Program ini, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Veteran Komune Dan Hoa bekerja sama dengan sekolah-sekolah, bertujuan untuk memperingati ulang tahun ke-51 Pembebasan Vietnam Selatan (30 April 1975 – 30 April 2026) dan ulang tahun ke-72 Kemenangan Dien Bien Phu (7 Mei 1954 – 7 Mei 2026). Kisah-kisah sejarah tidak hanya terbatas pada halaman buku, tetapi menjadi lebih hidup dan mudah dipahami daripada sebelumnya melalui kesaksian para saksi mata.
Ketika sejarah diceritakan melalui ingatan
Di Sekolah Dasar Tan Uoc, veteran Nguyen Van Mui, anggota Komite Eksekutif Asosiasi Veteran komune tersebut, berinteraksi langsung dan berbagi cerita dengan para siswa. Dengan suara yang tulus dan emosional, ia menceritakan kembali tahun-tahun sulit perang, pertempuran heroik tentara dan rakyat kita, serta persaudaraan erat di antara para товарищ (kawan seperjuangan). Kisah-kisah ini tidak hanya menggambarkan dengan jelas pengorbanan dan kontribusi generasi sebelumnya, tetapi juga menyoroti semangat persatuan yang kuat antara tentara dan rakyat selama perang perlawanan.

Suasana selama ceramah menjadi muram. Banyak siswa mendengarkan dengan penuh perhatian, tersentuh oleh kisah-kisah sederhana namun mendalam. Melalui kisah-kisah ini, sejarah bukan lagi sekadar angka-angka kering, tetapi menjadi kenangan yang hidup, berkontribusi pada penanaman patriotisme, kebanggaan nasional, dan rasa tanggung jawab pada generasi muda.
Nguyen Minh Anh, seorang siswa kelas 7, berbagi: “Sebelumnya, saya hanya belajar tentang 30 April melalui buku teks, tetapi hari ini, mendengarkan para veteran menceritakan kisah mereka, saya merasa sangat tersentuh. Saya lebih memahami pengorbanan generasi sebelumnya dan menyadari bahwa saya perlu belajar lebih giat agar layak atas hal itu.”
Menanamkan rasa bangga dan membangkitkan semangat pada generasi muda.
Di Sekolah Menengah Hong Duong, para siswa mendengarkan cerita tentang kehidupan pertempuran yang berat namun berani dari para prajurit Tentara Rakyat Vietnam selama perang perlawanan melawan AS untuk menyelamatkan negara. Secara khusus, peristiwa Serangan Musim Semi dan Pemberontakan tahun 1975 direkonstruksi dengan jelas, mulai dari kampanye Dataran Tinggi Tengah, kampanye Hue-Da Nang hingga Kampanye Ho Chi Minh yang bersejarah; momen 30 April 1975, ketika Vietnam Selatan sepenuhnya dibebaskan, meninggalkan kesan mendalam pada para siswa.
Meskipun perang tersebut termasuk dalam kurikulum reguler, banyak siswa mengatakan bahwa mendengar cerita langsung dari mereka yang mengalaminya membuat pelajaran lebih menarik, otentik, dan lebih mudah dipahami. Perang tersebut berakhir lebih dari setengah abad yang lalu, tetapi nilai-nilai sejarahnya tetap bermakna, terutama dalam mendidik generasi muda saat ini.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah nasional tetapi juga termotivasi untuk belajar giat, melatih diri, dan berusaha menjadi warga negara yang berguna, yang layak atas pengorbanan generasi sebelumnya, serta berkontribusi dalam membangun tanah air Dan Hoa yang lebih makmur, indah, dan beradab.
Menyampaikan pandangannya tentang pentingnya program tersebut, Ibu Nguyen Thi Binh, Kepala Sekolah Dasar Tan Uoc, mengatakan: "Sekolah menganggap mendidik siswa tentang tradisi revolusioner sebagai tugas penting. Berkoordinasi dengan Asosiasi Veteran komune untuk menyelenggarakan diskusi langsung membantu siswa lebih memahami sejarah, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab, semangat solidaritas, dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan. Selain itu, sekolah secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengalaman seperti lomba melukis, lomba menulis sejarah, kuis 'Lonceng Emas', bermain peran, dan dramatisasi… untuk membantu siswa mendekati sejarah dengan cara yang lebih hidup."
"Dari perspektif seorang pendidik, saya menganggap ceramah tradisional sangat penting. Ceramah tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga menyentuh emosi, memperdalam pemahaman, menumbuhkan patriotisme, dan berfungsi sebagai jangkar spiritual bagi siswa dalam konteks pengaruh budaya yang beragam saat ini," tegas Ibu Binh.
Menurut Tran Huu Thuy, Ketua Asosiasi Veteran Komune Dan Hoa, Asosiasi akan terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan ceramah tradisional untuk setiap tingkatan kelas, terutama untuk siswa kelas akhir. Selain itu, kegiatan seperti pertukaran, pameran dokumen dan gambar tentang Kampanye Ho Chi Minh dan pahlawan lokal akan diintegrasikan ke dalam program. Kegiatan ekstrakurikuler dengan tema "Mengikuti alur sejarah 30 April" menjanjikan penyebaran nilai-nilai sejarah, membangkitkan kebanggaan nasional, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada generasi muda.
Kisah-kisah dari masa lalu, ketika diceritakan melalui pengalaman kehidupan nyata, membantu siswa memahami sejarah, menumbuhkan emosi, dan mengembangkan cita-cita hidup. Ini juga merupakan cara agar tradisi dapat dilanjutkan secara alami, mendalam, dan berkelanjutan.
Sumber: https://hanoimoi.vn/ky-uc-thang-tu-thap-lua-truyen-thong-cho-the-he-tre-746048.html






Komentar (0)