
Industri film Hollywood sangat terdampak oleh COVID-19, diikuti oleh pemogokan terus-menerus selama dua hingga tiga tahun berikutnya. Akibatnya, banyak proyek film besar tertunda, dengan jadwal produksi yang terus berubah. Dalam dua tahun terakhir, industri film Hollywood sepi dan kekurangan banyak produksi unggulan.
Namun, para ahli memperkirakan bahwa ibu kota film internasional akan benar-benar bangkit kembali dengan proyek-proyek epik, superhero, dan fiksi ilmiah , serta film-film seni independen dengan tema-tema aktual dan politis. Dalam film-film ini, segala hal mulai dari tema dan isi hingga sutradara, skrip, aktor, dan produser dijamin akan menampilkan nama-nama besar. Ini menunjukkan bahwa Hollywood tidak hanya berharap untuk mempercepat pemulihan pendapatan box office tetapi juga bertujuan untuk membentuk kembali industri film dengan karya-karya berkualitas tinggi.
Sutradara Christopher Nolan, seorang pembuat film peraih Oscar, kembali dinantikan oleh banyak kritikus dan penggemar. Christopher Nolan adalah nama yang identik dengan kesuksesan artistik dan komersial, melalui serangkaian karya termasuk "Inception," "Interstellar," dan "Oppenheimer," dan juga telah membawa penghargaan Oscar kepada para aktor atas penampilan mereka.
Tahun ini, "The Odyssey" (gambar) adalah proyek film epik Christopher Nolan yang dijadwalkan rilis pada bulan Juli. Dengan "The Odyssey," Christopher Nolan menggabungkan suasana epik zaman kuno dengan sinema modern melalui integrasi teknologi. Aspek unik dari pembuatan film Christopher Nolan adalah komitmennya yang teguh terhadap format IMAX, memberikan penonton pengalaman sinematik berkualitas sangat tinggi yang mempertahankan elemen tradisional sekaligus tetap kontemporer.
Para pembuat film berbakat Alejandro G. Iñárritu dan Denis Villeneuve juga kembali dengan proyek-proyek besar. Alejandro G. Iñárritu bereksperimen dengan genre komedi-drama dalam "Digger," sementara Denis Villeneuve kembali dengan "Dune 3." "Dune" adalah waralaba yang sukses, dengan dua seri sebelumnya memecahkan rekor box office. Kedua pembuat film ini sebelumnya telah menorehkan prestasi signifikan di ajang Oscar.
Proyek lain yang patut diperhatikan adalah “Avengers: Doomsday” dari Marvel Studios, yang dijadwalkan rilis pada akhir tahun 2026. “Avengers: Doomsday” adalah reboot dari franchise superhero Avengers dan X-Men. Film ini mengeksplorasi tema multiverse, tetapi dalam skala yang lebih besar, menyatukan karakter-karakter yang sebelumnya ada secara terpisah ke dalam satu cerita. Russo bersaudara, sutradara di balik kesuksesan “Avengers: Endgame” (2019), kembali menyutradarai “Avengers: Doomsday.” Film ini juga menjanjikan kualitas blockbuster yang tinggi, menampilkan bintang-bintang seperti Robert Downey Jr., Chris Evans, dan Chris Hemsworth.
Selain itu, film-film superhero, aksi, dan fiksi ilmiah seperti "Spider-Man: Brand New Day," "Masters of the Universe," dan "Project Hail Mary" juga telah menarik perhatian. Film-film ini dicirikan oleh tim yang kuat, mulai dari sutradara hingga aktor, dan gaya khas mereka, yang diapresiasi oleh kritikus dan penonton.
Proyek film di tahun 2026 beragam dan berfokus pada kualitas, termasuk kembalinya banyak merek terkenal. Pada saat yang sama, layar lebar di tahun 2026 akan menampilkan adaptasi populer: “The Devil Wears Prada 2”, “Narnia”, “The Hunger Games: Sunrise on the Reaping”, “Toy Story 5”...; atau proyek independen dengan ciri khas artistik yang kuat: “The Moment”, “Michael”, “Wuthering Heights”...
BAO LAM (Dikompilasi)
Sumber: https://baocantho.com.vn/ky-vong-moi-cua-hollywood-a198347.html







Komentar (0)