Setiap tanggal 23 Maret – Hari Meteorologi Sedunia – bukan hanya kesempatan untuk merenungkan pencapaian ilmiah , tetapi juga pengingat akan misi untuk melindungi planet ini. Tahun ini, dengan pesan "Amati hari ini, lindungi esok hari," Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menegaskan bahwa data pengamatan meteorologi dan hidrologi adalah fondasi utama untuk membangun masa depan yang aman.

Di Lao Cai , sebuah wilayah dengan medan yang terjal dan sangat terpengaruh oleh cuaca ekstrem, konsep "prakiraan cuaca" telah jauh melampaui sekadar memeriksa berita pagi. Setiap stasiun pengamatan permukaan dan alat ukur yang tersebar bertindak sebagai pos terdepan. Melihat kembali ke tahun 2025, angka-angka tersebut menggambarkan cuaca yang tidak menentu di Lao Cai: 5 depresi tropis dan 15 topan di Laut Timur, dengan sirkulasi 5 topan yang secara langsung berdampak pada wilayah tersebut. Suhu berfluktuasi dari sangat dingin (1,4°C) hingga sangat panas (39,4°C). Munculnya 22 front dingin, 2 gelombang dingin parah yang meluas, bersama dengan 11 periode hujan lebat dan 20 periode badai petir dan hujan es, menimbulkan tantangan besar bagi upaya pencegahan dan pengendalian bencana.
Prakiraan meteorologi dan hidrologi untuk tahun 2026 semakin menyoroti urgensi "pemantauan saat ini". Diperkirakan sekitar 2-3 topan atau depresi tropis akan mempengaruhi Lao Cai melalui sirkulasinya, disertai dengan kecenderungan suhu yang lebih tinggi dan gelombang panas yang lebih intens. Oleh karena itu, data sangat penting untuk menanggapi bencana alam dan melindungi masyarakat serta harta benda.
Prakiraan cuaca yang akurat membutuhkan upaya tak kenal lelah dari para pengamat yang ditempatkan di stasiun cuaca terpencil; ahli meteorologi yang secara rutin menerbangkan balon cuaca dua kali sehari tanpa mempedulikan cuaca; ahli hidrologi yang memantau ketinggian air sungai sejak sebelum fajar; dan peramal cuaca yang begadang sepanjang malam di depan layar komputer mereka, berlomba melawan waktu untuk mengeluarkan peringatan sedini mungkin.

Bapak Ha Manh Cuong, Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Provinsi Lao Cai, menyampaikan: “Data meteorologi dan hidrologi memainkan peran penting dalam memengaruhi 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diupayakan Vietnam. Ini adalah sumber informasi yang secara langsung melayani pengembangan rencana dan strategi pembangunan sosial -ekonomi, desain infrastruktur, pertanian, transportasi, pertahanan dan keamanan nasional, dan banyak sektor lainnya di provinsi ini. Secara khusus, data pemantauan meteorologi dan hidrologi memainkan peran kunci dalam melindungi kehidupan, harta benda, dan ekosistem masyarakat dari risiko iklim yang semakin parah. Sumber data penting ini akan mengoptimalkan keputusan tanggap bencana di seluruh negeri dan khususnya di Provinsi Lao Cai.”
Bagi sektor pertanian, prakiraan cuaca bukan sekadar "cerah atau hujan," tetapi memberikan panduan yang mendalam. Berdasarkan penilaian kondisi cuaca yang menguntungkan untuk tanaman dan ternak tertentu, lembaga khusus dan petani dapat secara proaktif menerapkan langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi banjir, kekeringan, embun beku, dan hama. Ketika data diterjemahkan menjadi tindakan, data tersebut menjadi alat yang ampuh untuk menstabilkan mata pencaharian.
Sebagai respons terhadap perkembangan perubahan iklim yang kompleks, Pemerintah telah menyetujui Proyek "Modernisasi Sektor Meteorologi dan Hidrologi pada tahun 2025 dan periode 2026-2030". Ini adalah langkah strategis yang bertujuan untuk membawa sektor meteorologi dan hidrologi Vietnam ke tingkat ilmiah dan teknologi yang maju di kawasan Asia.

Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan keandalan prakiraan harian. Sektor meteorologi dan hidrologi bertujuan untuk mendapatkan prakiraan yang cukup andal tentang lintasan dan intensitas depresi tropis 2-3 hari sebelumnya; meningkatkan periode peringatan badai menjadi 3-5 hari sebelumnya; dan terutama, memberikan peringatan banjir bandang dan tanah longsor 6 jam sebelumnya. Ini adalah "waktu emas" bagi pemerintah daerah untuk mengevakuasi penduduk dan meminimalkan kerusakan.
Di Lao Cai, Stasiun Meteorologi dan Hidrologi Provinsi juga mempromosikan penerapan kecerdasan buatan (AI) dan pengoperasian sistem peringatan dini secara efektif. Teknologi baru ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas prakiraan curah hujan, banjir, dan badai, tetapi juga membantu memprediksi dampaknya, sehingga memungkinkan masyarakat untuk beradaptasi secara proaktif terhadap perubahan iklim.
“Pantau hari ini, lindungi esok hari” – pesan Hari Meteorologi Sedunia bukan hanya slogan bagi para ilmuwan. Ini adalah komitmen dari seluruh masyarakat dalam memerangi perubahan iklim. Dengan dukungan teknologi, dedikasi para ahli meteorologi, dan partisipasi proaktif masyarakat, kita semua dapat berharap untuk masa depan yang lebih aman di mana bencana alam dapat dikendalikan dan nyawa terlindungi.
Sumber: https://baolaocai.vn/la-chan-truc-bien-doi-khi-hau-post896652.html






Komentar (0)