
Bersikap proaktif sejak awal.
Sejak awal tahun 2026, Komite Rakyat Provinsi memfokuskan diri pada implementasi menyeluruh kebijakan kementerian dan lembaga pusat tentang pencegahan dan pengendalian bencana. Bersamaan dengan itu, mereka mengkonkretkan kebijakan tersebut dengan Rencana No. 6306/KH-UBND, yang menguraikan tugas dan solusi praktis. Pergeseran pendekatan yang nyata terlihat: alih-alih mengarahkan respons berdasarkan faktor musiman, provinsi secara proaktif mengembangkan skenario respons untuk setiap tingkat risiko. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran di seluruh sistem politik dan masyarakat, karena dalam kondisi kekeringan, faktor manusia—mulai dari kebiasaan penggunaan air hingga metode produksi—menentukan efektivitas tanaman.
Instansi terkait secara langsung membimbing petani dalam menyesuaikan jadwal tanam, memilih struktur tanaman yang sesuai, dan menerapkan metode irigasi hemat air. Hal ini sangat penting mengingat banyak daerah produksi pertanian di provinsi ini sangat bergantung pada sumber air alami. Fokus utama arahan provinsi adalah meningkatkan kualitas prakiraan dan peringatan bencana. Investasi dalam stasiun pemantauan meteorologi dan hidrologi tambahan serta penerapan teknologi dalam analisis data telah secara signifikan meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu informasi. Akibatnya, pihak berwenang di semua tingkatan dapat secara proaktif mengelola situasi, dan masyarakat memiliki dasar untuk menyesuaikan rencana produksi dan mengurangi risiko. Khususnya di daerah terpencil dan rentan, akses informasi sejak dini telah memberikan kontribusi signifikan dalam meminimalkan kerusakan.
Bersamaan dengan solusi non-struktural, provinsi ini memberikan penekanan khusus pada investasi dan peningkatan sistem infrastruktur irigasi. Serangkaian waduk dan bendungan telah ditinjau, diperbaiki, dan ditingkatkan untuk memastikan penyimpanan dan pengaturan air yang efektif selama musim kemarau. Koordinasi antara proyek PLTA dan irigasi serta pemerintah daerah juga telah diperketat untuk mengoptimalkan sumber daya air yang ada. Hal ini dianggap sebagai elemen kunci dalam strategi pencegahan dan pengendalian kekeringan provinsi. Namun, perlu dicatat bahwa Lam Dong tidak hanya mengandalkan infrastruktur tetapi juga berfokus pada perlindungan elemen ekologis mendasar. Tata kelola lahan dan ketertiban konstruksi telah diperkuat, terutama dalam menangani perambahan pada koridor irigasi dan sungai, serta pembangunan ilegal di lereng bukit.
Instansi dan pemerintah daerah terkait perlu secara proaktif mengatur sumber daya air, mengorganisasi produksi, dan beralih ke tanaman yang sesuai dengan ketersediaan air, untuk memastikan pasokan air bagi produksi dan kehidupan sehari-hari selama musim kemarau.
Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Provinsi, Le Trong Yen.
Sinkronkan solusi
Pemerintah daerah diharuskan mempersiapkan diri dengan baik sesuai dengan prinsip "empat kali siaga di tempat", menjaga jadwal tugas 24/7, dan siap menanggapi situasi apa pun. Sistem komunikasi diperkuat untuk memastikan komunikasi yang lancar dan berlapis, menjamin bahwa arahan disampaikan dengan cepat dan akurat dari tingkat provinsi hingga ke tingkat akar rumput. Menurut Bapak Nguyen Ha Loc, Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup, dalam melaksanakan arahan provinsi, departemen, lembaga, dan daerah telah berkoordinasi untuk meninjau, memeriksa, mengevaluasi, dan memperbarui rencana pencegahan dan pengendalian bencana. Secara bersamaan, rencana-rencana ini diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan sosial-ekonomi dan berbagai sektor untuk meminimalkan kerusakan dan meningkatkan kemampuan adaptasi perubahan iklim. Lebih lanjut, mobilisasi sumber daya diintensifkan melalui partisipasi masyarakat. Selain sumber daya negara, provinsi mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi infrastruktur dan layanan pencegahan dan pengendalian bencana. Hal ini tidak hanya mengurangi tekanan anggaran tetapi juga menumbuhkan konsensus dan tanggung jawab bersama di seluruh masyarakat.
Mengingat kebutuhan mendesak untuk memerangi kekeringan baik dalam jangka pendek maupun panjang, Kamerad Le Trong Yen - Anggota Komite Tetap Komite Partai Provinsi, Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Provinsi - mengarahkan percepatan proyek-proyek yang sedang berjalan, termasuk proyek pembangunan baru dan proyek peningkatan/perbaikan, untuk memastikan pengoperasiannya tepat waktu dan efektif, serta menjamin sumber daya air untuk produksi dan kehidupan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa arah upaya pencegahan kekeringan di provinsi Lam Dong selama musim kemarau 2026 berada di jalur yang benar. Solusi yang diterapkan tidak hanya membantu meringankan kekurangan air jangka pendek tetapi juga meletakkan dasar bagi sektor pertanian yang adaptif, sistem manajemen bencana yang proaktif, dan strategi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Jika gelombang panas terus berlanjut, banyak danau dan bendungan akan kekurangan air, menyebabkan sekitar 15.000-20.000 hektar berisiko mengalami kekeringan, terkonsentrasi di wilayah seperti: Dak Mil, Krong No, Cu Jut, Nam Dong, Dak Sak, Nam Da, Nam Nung, Quang Phu, Quang Hoa, Quang Son, Vinh Hao, Tuy Phong, Bac Binh, Hong Thai, Hoa Thang, Tan Lap, Suoi Kiet, Ham Tan, Son My, Ham Kiem, Gia Hiep, Bao Thuan, Son Dien; Da Teh 3; Kucing Tien 3, Kucing Tien 2; Phuc Tho Lam Ha, Phu Son Lam Ha…
Sumber: https://baolamdong.vn/lam-ong-tang-cuong-chi-dao-phong-ngua-han-han-438630.html








Komentar (0)