![]() |
| Rumah berkerangka baja kokoh milik keluarga Ibu Tran Thi Hai Ly (Kelompok 7, Kelurahan Quan Trieu) dibangun untuk menyediakan perumahan tahan banjir. |
Menjelang musim hujan tahun ini, banyak kawasan perumahan di kelurahan Linh Son dan Quan Trieu tengah bersiap siaga menghadapi banjir. Dengan belajar dari banjir besar sebelumnya, banyak keluarga, selain proaktif meninggikan barang-barang mereka dan memperkuat rumah mereka, juga berani berinvestasi dalam meningkatkan ruang hidup mereka, membangun mezzanine, dan membangun "lantai tahan banjir" untuk melindungi diri dan harta benda mereka.
Keluarga Ibu Tran Thi Hai Ly (di Kelompok 7, Kelurahan Quan Trieu) adalah salah satu keluarga yang memilih respons lebih drastis ketika musim hujan dimulai. Pada tahun 2025, banjir besar tiba-tiba terjadi, sehingga keluarganya hampir tidak punya waktu untuk bereaksi. Air naik dengan cepat, sementara rumah satu lantai mereka kekurangan ruang untuk memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Banyak barang rumah tangga dan perangkat elektronik yang terkena dampaknya.
Pada hari-hari setelah banjir, pembersihan dan perbaikan berlangsung lama, mengganggu kehidupan seluruh keluarga. Belajar dari pengalaman itu, Ibu Ly memutuskan untuk menginvestasikan sekitar 300 juta VND untuk menyelesaikan lantai dua rumahnya.
Selain sekadar memenuhi kebutuhan hidup, ruang ini juga diidentifikasi oleh keluarga sebagai tempat berlindung yang aman selama banjir. Ibu Ly berbagi: "Setelah banjir tahun lalu, keluarga saya menyadari bahwa kami perlu lebih proaktif. Karena ini rumah satu lantai, kami hampir tidak tahu ke mana harus memindahkan barang-barang kami ketika air naik. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk berinvestasi dalam membangun lantai dua yang lengkap untuk menyediakan ruang hidup jangka panjang dan tempat berlindung yang aman bagi orang dan harta benda jika air banjir naik."
Karena sering bekerja di luar kota, Bapak Tran Thanh Nam (dari Grup 10, Kelurahan Linh Son) sangat mengkhawatirkan para lansia dan anak-anak di rumah yang masih bersekolah. Setelah menyaksikan banjir yang tak terduga dalam dua tahun terakhir, beliau memutuskan untuk menginvestasikan lebih dari 60 juta VND untuk membangun loteng berbingkai baja dan berpanel kayu bagi keluarganya agar dapat proaktif menghadapi hujan lebat dan banjir. Loteng tersebut dilengkapi dengan ruang yang cukup untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari. Baginya, bangunan ini bukan hanya untuk perlindungan dari banjir tetapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi orang-orang terkasihnya saat ia sedang pergi.
Mulai dari loteng yang baru dibangun dan lantai dua yang direnovasi sepenuhnya hingga ruang hunian yang disiapkan untuk menghadapi kenaikan permukaan air, perubahan pola pikir dan praktik masyarakat di daerah yang sebelumnya terkena banjir terlihat jelas.
Ketika masyarakat secara proaktif beradaptasi dan pemerintah secara proaktif menerapkan rencana respons, ketahanan masyarakat terhadap bencana alam juga meningkat. Ini bukan hanya solusi untuk musim hujan dan badai tahun ini, tetapi juga arah yang diperlukan dalam konteks meningkatnya risiko bencana alam.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202605/lam-tang-hai-dung-gac-xep-phong-chong-lu-e656516/









Komentar (0)