Setelah peluit akhir berbunyi, kiper muda itu merasa kecewa. "Kalah selalu terasa tidak enak. Dan hari ini kami jelas tidak memenuhi harapan," aku Lammens jujur. Menurutnya, performa tim tidak sesuai dengan harapan dan status mereka.
"Mencetak gol sebelum jeda babak pertama memberikan dorongan besar. Memasuki babak kedua, seharusnya kami bisa bermain lebih baik," tegas Lammens. "Namun mentalitas kami kurang kuat. Kami tidak memenuhi ekspektasi dalam banyak aspek."
MU memiliki keunggulan psikologis dan keunggulan jumlah pemain, tetapi tetap kalah. Hal ini membuat kiper asal Belgia itu merasa frustrasi. "Saya tidak bisa menentukan secara pasti apa yang kurang dari kami. Setiap tim pasti pernah mengalami hari-hari buruk, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan. Ketika Anda mengenakan seragam klub ini, Anda harus selalu memenuhi standar tertinggi," tegasnya.
Lammens juga mengirimkan pesan yang jelas ke ruang ganti: "Ketika Anda unggul jumlah pemain, Anda harus tahu bagaimana menyelesaikan pertandingan. Kami tidak melakukannya dan kami harus belajar dari kekalahan ini."
Kekalahan di Tyneside mengakhiri rekor tak terkalahkan Manchester United di bawah manajer sementara Michael Carrick, dan mengungkap masalah dengan ketahanan mental dan konsentrasi di momen-momen krusial. Lammens memahami bahwa tim perlu mengatasi masalah ini dengan cepat jika mereka tidak ingin menanggung konsekuensi lebih lanjut.
MU saat ini berada di posisi ketiga setelah 29 putaran, tetapi hanya unggul selisih gol dari Aston Villa. Sementara itu, Liverpool dan Chelsea berada di belakang dengan selisih 3 poin.
Sumber: https://znews.vn/lammens-phoi-bay-van-de-cua-mu-post1632316.html







Komentar (0)