Pusat Kesehatan Huong Tra menyediakan konseling dan komunikasi mengenai kesehatan reproduksi bagi perempuan.

Mengubah persepsi

Ibu Nguyen Thi Mao, seorang wanita yang tinggal di kelurahan Huong Tra (hasil penggabungan kelurahan Tu Ha, Huong Van, dan Huong Van) di Kota Hue, berbagi bahwa sebelumnya ia tidak begitu memahami tentang kesehatan reproduksi atau perencanaan keluarga. Ia berkata, "Saya pikir memiliki anak adalah anugerah dari Tuhan, dan saya tidak tahu bagaimana bersikap proaktif, apalagi bagaimana merawat diri sendiri setelah melahirkan." Namun, setelah mengikuti sesi informasi kesehatan langsung di pos kesehatan setempat yang diselenggarakan oleh petugas kesehatan setempat, pemahamannya telah berubah.

"Ini adalah pertama kalinya saya mendengar penjelasan menyeluruh tentang metode kontrasepsi yang aman, kebersihan kewanitaan, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dokter menjelaskannya dengan jelas dan ramah, sehingga saya menyerap banyak informasi. Sekarang saya tahu bagaimana melindungi kesehatan saya dan menghindari memiliki anak dengan jarak usia yang terlalu dekat untuk mencegah dampak negatif pada ibu dan anak," tambah Ibu Mão.

Ibu Duong Thi Nu, Kepala Departemen Kependudukan, Komunikasi, dan Pendidikan Kesehatan di Puskesmas Huong Tra, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang perawatan kesehatan reproduksi, unit tersebut telah menyelenggarakan banyak kampanye komunikasi yang mengintegrasikan penyediaan layanan di tempat. Pada April 2025, Puskesmas tersebut menyelenggarakan pemeriksaan skrining kanker payudara dan kanker serviks serta menyediakan layanan keluarga berencana untuk perempuan berusia 15-49 tahun. Hasilnya, banyak kasus terdeteksi lebih awal, meningkatkan peluang pengobatan tepat waktu, dan membantu perempuan meningkatkan kesadaran mereka tentang keluarga berencana.

Pemeriksaan kesehatan rutin dan pengobatan di pos kesehatan dan pusat kesehatan di Kota Hue juga memainkan peran penting dalam deteksi dini penyakit yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Skrining dilakukan melalui pemeriksaan klinis, penilaian faktor risiko, tes laboratorium dasar, dan dengan dukungan jaringan kesehatan masyarakat.

Meningkatkan pengetahuan dan perilaku untuk pencegahan penyakit.

Menurut Dr. Ha Thi My Dung, MSc., Kepala Departemen Kesehatan Reproduksi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (PDC) Kota Hue, komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku dalam pencegahan dan skrining kanker serviks dan payudara diidentifikasi sebagai fokus utama. Oleh karena itu, CDC Kota Hue secara aktif mengembangkan materi komunikasi yang disesuaikan dengan setiap kelompok sasaran, dengan memperhatikan karakteristik budaya, adat istiadat, bahasa, dan kondisi sosial ekonomi masing-masing daerah.

"Kami secara bersamaan meningkatkan kapasitas komunikasi langsung para petugas kesehatan akar rumput dan kolaborator masyarakat, menggabungkan komunikasi di tingkat komunitas dan di fasilitas penyediaan layanan, untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dan luas," kata Dr. Dung.

Salah satu acara unggulan dalam rangkaian program peringatan Hari Populasi Sedunia (11 Juli) adalah pelatihan tentang "Pedoman Skrining Diabetes Gestasional" yang diselenggarakan oleh CDC Kota Hue. Lebih dari 40 petugas kesehatan masyarakat berpartisipasi dalam pelatihan tersebut, yang berfokus pada topik-topik seperti: penyebab, faktor risiko, dan dampak diabetes gestasional; prosedur skrining dari minggu ke-24 hingga ke-28 kehamilan sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan; pengujian toleransi glukosa; dan pemantauan kehamilan berisiko tinggi. Para peserta juga dibekali dengan keterampilan dalam konseling gizi, manajemen glukosa darah, koordinasi antar tingkatan, dan perawatan pascapersalinan.

Menurut Profesor Madya Dr. Tran Kiem Hao, Direktur Dinas Kesehatan Kota Hue, tema Hari Populasi Dunia tahun ini adalah "Penentuan Nasib Reproduksi Sendiri di Dunia yang Berubah," yang menegaskan pentingnya pemberdayaan individu, terutama perempuan dan kaum muda, untuk membuat keputusan sukarela dan berdasarkan informasi tentang reproduksi. Hal ini sangat penting dalam konteks tantangan global yang semakin meningkat seperti perubahan iklim, migrasi penduduk, dan ketidaksetaraan sosial.

Mulai 30 Juni hingga 20 Juli, Departemen Kesehatan mengarahkan unit-unit afiliasinya untuk berkoordinasi erat dengan departemen, lembaga, dan organisasi terkait untuk mengadakan konferensi, seminar, konsultasi masyarakat, diskusi tematik, dan pelatihan komunikasi tentang kependudukan dan pembangunan. Kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan secara fleksibel di setiap kelurahan dan desa, disesuaikan dengan kondisi dan kelompok sasaran tertentu seperti pasangan usia reproduktif dan kaum muda yang bersiap menikah. Departemen Kesehatan juga memastikan bahwa departemen dan kelurahan dilengkapi sepenuhnya dengan fasilitas, obat-obatan, perlengkapan, dan personel untuk menyediakan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, dengan tujuan mencapai target tahun 2025.

Upaya sistem kesehatan Kota Hue tidak hanya membantu setiap warga memahami dan bertindak dengan benar, tetapi juga menyebarkan semangat tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, demi masa depan yang sehat dan berkelanjutan.

Teks dan foto: Thanh Huong

Sumber: https://huengaynay.vn/chinh-polit-xa-hoi/lan-toa-kien-thuc-thay-doi-hanh-vi-155539.html