Upacara penobatan ini menjanjikan perpaduan antara unsur-unsur kuno dan simbolis yang diwarisi dari lebih dari 1.000 tahun yang lalu dengan fitur-fitur baru yang sesuai dengan konteks modern.
Menggabungkan tradisi dan modernitas
Sesuai tradisi sejak tahun 1066, upacara akan diadakan di dalam Westminster Abbey dan akan mencerminkan sejarah keagamaan yang mendalam dari Keluarga Kerajaan Inggris. Sebanyak tujuh simbol yang berasal dari kisah-kisah Alkitab akan muncul selama upacara tersebut. Di antara simbol-simbol ini, yang paling terkenal adalah Bola Kerajaan, tongkat kerajaan, mahkota, dan kursi penobatan.
Menurut History.com , kursi penobatan adalah kursi kayu yang sangat tua, berasal dari tahun 1200-an. Di bawah kursi terdapat batu kuno, yang menurut legenda, pernah digunakan oleh tokoh Alkitab bernama Yakub sebagai bantal saat ia bermimpi tentang jalan menuju surga. Minyak urapan yang digunakan dalam upacara tersebut juga berasal dari Tanah Suci.
Persiapan menjelang upacara penobatan.
Dalam perkembangan terbaru, Raja Charles III memutuskan untuk mengurangi skala upacara penobatannya, hanya mengundang 2.300 tamu ke acara utama di dalam Westminster Abbey—jauh lebih sedikit daripada lebih dari 8.000 tamu yang menghadiri penobatan Ratu Elizabeth II pada tahun 1953. Perwakilan dari Buddhisme, Hinduisme, Yudaisme, Islam, dan Sikhisme juga hadir, menunjukkan komitmen Raja Charles III untuk menjadi "pelindung agama-agama."
Prosesi dengan kereta kuda setelah penobatan juga dipersingkat menjadi 2 km, jarak dari Westminster Abbey ke Istana Buckingham. Kereta tersebut berusia 260 tahun dan telah digunakan dalam setiap penobatan sejak tahun 1831. Sekitar 7.000 personel militer akan berpartisipasi dalam berbagai aspek upacara, dengan lebih dari 4.000 tentara hadir dalam prosesi setelah penobatan.
Dorongan bagi perekonomian.
Sekitar 100 kepala negara telah mengkonfirmasi kehadiran mereka, termasuk anggota keluarga kerajaan dari Eropa hingga Asia. Pangeran William, Pangeran Wales, akan berlutut dan bersumpah setia kepada ayahnya, Raja. Sementara itu, Pangeran Harry, Adipati Sussex, tidak akan melakukan ritual ini.
Associated Press mengutip perkiraan yang menunjukkan bahwa biaya penobatan Raja Charles III bisa mencapai £100 juta. Sementara itu, penyelenggara dan Istana Buckingham memperkirakan acara tersebut akan mendongkrak perekonomian Inggris yang sedang kesulitan.
"Ini adalah momen yang sangat membanggakan dalam sejarah Inggris," kata Earl dan Marshal Edward Fitzalan-Howard, Duke of Norfolk, seperti dikutip Reuters. Keluarga Marshal, sebuah posisi turun-temurun, telah menjadi tuan rumah penobatan raja-raja Inggris sejak tahun 1483. Penobatan ini diperkirakan akan menghasilkan lebih dari £1 miliar bagi perekonomian nasional.
Tautan sumber






Komentar (0)