(NADS) - Meskipun Festival Kuil Ong Bon di Binh Duong memiliki ciri khas keagamaan yang unik dari garis keturunan keluarga dan profesi tertentu, festival ini telah menjadi festival berpengaruh yang mendapat perhatian tidak hanya dari komunitas Tionghoa tetapi juga dari masyarakat Vietnam.
Meskipun Festival Kuil Ong Bon di Binh Duong memiliki ciri keagamaan yang khas dari garis keturunan keluarga dan profesi tertentu, festival ini telah menjadi festival berpengaruh yang menarik perhatian tidak hanya dari komunitas Tionghoa tetapi juga dari komunitas Vietnam.
Kehidupan berdampingan secara harmonis antara komunitas Tionghoa di Binh Duong khususnya, dan Vietnam pada umumnya, selama berabad-abad telah membantu mendekatkan budaya mereka dengan masyarakat Vietnam. Oleh karena itu, Festival Kuil Ong Bon telah menjadi bagian integral dari budaya Binh Duong, sebuah kegiatan keagamaan dan budaya yang mewujudkan nilai-nilai rakyat yang unik. Festival ini tidak hanya memperkaya budaya spiritual Vietnam tetapi juga mempromosikan pariwisata di Binh Duong, menarik banyak pengunjung dari seluruh dunia.
Dalam budaya Tiongkok, Ông Bổn dianggap sebagai leluhur suatu garis keturunan atau klan, dengan kata "Bổn" yang berarti asal atau akar. Ông Bổn adalah simbol, bukan orang tertentu; sebagian besar orang Tiongkok percaya bahwa Ông Bổn adalah dewa yang murah hati.
Namun, definisi dewa Ông Bổn berbeda-beda di antara berbagai kelompok etnis Tionghoa di berbagai wilayah. Dibandingkan dengan festival lainnya, Festival Kuil Ông Bổn mencakup ritual yang relatif sederhana.
Ritual-ritual tersebut dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Taoisme, dipimpin oleh para dukun. Setelah itu, diadakan prosesi tandu di sepanjang rute yang membentang puluhan kilometer melalui komunitas Tionghoa, menciptakan suasana yang sangat meriah dan ramai. Hiburan festival meliputi pertunjukan opera Kanton, tarian tradisional, tarian singa dan naga, dan terutama tarian Hẩu yang khas dari masyarakat Tionghoa. Prosesi tandu dimulai pada tengah malam tanggal 24 bulan ke-2 kalender lunar dan dapat berakhir pada pagi hari berikutnya.
Ritual ini dimulai dengan persembahan dan mengundang dewa yang sedang bepergian untuk bergabung dalam prosesi.
Selanjutnya, rombongan barongsai datang untuk memberi penghormatan kepada dewa.
Tandu yang membawa patung Ông (dewa) diarak melewati jalan-jalan.
Pertunjukan tari singa dan naga diadakan untuk para wisatawan.
Tautan sumber






Komentar (0)