Pada konferensi pers yang memberikan informasi tentang isu-isu sosial- ekonomi di Kota Ho Chi Minh pada tanggal 4 Juni, Bapak Nguyen Huu An - Wakil Kepala Departemen Perencanaan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh - menyampaikan penilaian industri pariwisata mengenai situasi saat ini, potensi, dan arah pengembangan pariwisata di distrik Can Gio dalam periode mendatang.
Menurut Bapak An, Can Gio adalah salah satu destinasi wisata menarik di Kota Ho Chi Minh berkat ekosistem hutan bakau, sumber daya laut, dan banyak nilai budaya lokal yang unik.
Namun, industri pariwisata mengakui bahwa meskipun Can Gio menerima sejumlah besar pengunjung, pemanfaatannya belum sebanding dengan potensinya. Mayoritas wisatawan masih memilih perjalanan sehari, yang mengakibatkan masa tinggal singkat dan pengeluaran terbatas. Selain itu, daerah tersebut kekurangan akomodasi berkualitas tinggi, fasilitas hiburan dan rekreasi berskala besar, serta layanan malam hari.

Perwakilan dari Departemen Pariwisata menyatakan bahwa proyek infrastruktur strategis seperti Jembatan Can Gio dan proyek investasi pesisir akan berkontribusi pada perubahan aksesibilitas ke destinasi, menciptakan kondisi untuk pengembangan produk pariwisata berkualitas lebih tinggi.
Sesuai rencana, proyek Jembatan Can Gio dimulai pada tanggal 3 Juni dengan total investasi lebih dari 13.200 miliar VND dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2029. Proyek ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh dari pusat Kota Ho Chi Minh menjadi kurang dari 1 jam, memfasilitasi pengembangan pariwisata dan konektivitas antar wilayah.
Pak An percaya bahwa begitu infrastruktur disinkronkan dengan Bandara Long Thanh dan jaringan transportasi regional selesai dibangun, Can Gio dapat menjadi penghubung penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi maritim di wilayah Selatan.

Untuk mengatasi masalah wisatawan yang hanya berkunjung sehari, Departemen Pariwisata berfokus pada pengembangan produk ekonomi malam hari dengan karakteristik lokal, seperti pasar malam makanan laut, kegiatan budaya masyarakat, wisata perairan malam hari, dan layanan resor yang sesuai dengan fitur ekologis.
Namun, perwakilan dari Departemen Pariwisata menekankan bahwa semua kegiatan pembangunan harus memastikan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian ekosistem mangrove, sumber daya laut, dan nilai-nilai budaya masyarakat adat.
Menurut Dinas Pariwisata Kota Ho Chi Minh, tantangan Can Gio saat ini bukanlah menarik lebih banyak wisatawan, melainkan meningkatkan kualitas pengalaman, memperpanjang durasi kunjungan, dan meningkatkan nilai pengeluaran. Ini juga merupakan syarat agar daerah tersebut dapat secara efektif memanfaatkan keunggulan yang dimilikinya dalam fase pembangunan baru.
Sumber: https://tienphong.vn/ly-do-can-gio-chua-the-giu-chan-du-khach-post1848885.tpo






