Setiap musim panas, di pantai-pantai di Tiongkok, khususnya di Qingdao, Shandong, bukan hal yang aneh untuk melihat wanita mengenakan pakaian renang tetapi menutupi wajah mereka dengan masker yang unik.
Menurut Daily Mail, facekini yang berasal dari Tiongkok bahkan telah menjadi salah satu barang yang paling dicari di pantai-pantai Australia.


Facekini membantu wanita melindungi kulit mereka dari efek sinar matahari. Selain itu, desain yang menutupi seluruh wajah membantu mengurangi risiko sengatan ubur-ubur atau terjerat rumput laut. Oleh karena itu, produk ini telah mendapatkan popularitas luas di Tiongkok.
Versi facekini 7.0 saat ini menggabungkan banyak elemen budaya seperti motif perlindungan hewan dan topeng opera Peking, yang sangat dipengaruhi oleh budaya Tiongkok.
Sosok di balik produk ini adalah Ibu Zhang Shifan, warga kota Qingdao. Pada tahun 2004, beliau menciptakan masker pelindung matahari untuk para perenang. Setelah menerima umpan balik positif dari teman-temannya yang gemar berenang, beliau mengembangkan model facekini pertama berdasarkan desain helm selam dan memulai produksi massal.
Pada tahun 2012, facekini mulai menarik perhatian di luar negeri. Pada musim panas itu, Reuters menerbitkan serangkaian foto wanita Qingdao yang mengenakan facekini di pantai, yang memicu minat internasional yang signifikan.
Salah satu foto ini kemudian dipilih oleh majalah Time sebagai salah satu foto paling mengejutkan tahun 2012.

Pada tahun 2014, majalah CR Fashion Book menerbitkan pemotretan mode musim panas yang menampilkan model-model yang mengenakan facekini di tepi kolam renang. Pemotretan tersebut terus menarik perhatian terhadap produk ini di luar negeri.
Meskipun banyak orang Barat menganggap kulit yang sehat dan kecoklatan sebagai standar kecantikan, facekini – produk yang diasosiasikan dengan wanita Tionghoa paruh baya di pantai – tetap menarik perhatian karena manfaat kesehatannya.
Daily Mail mencatat bahwa, selain membatasi dampak ubur-ubur dan rumput laut, sifat pelindung matahari dari facekini menawarkan cara unik bagi para penggemar aktivitas luar ruangan untuk mengurangi risiko penyakit kulit, termasuk kanker kulit.
Sebuah situs web Sunday Times di Australia juga menampilkan facekini sebagai solusi bermanfaat untuk melindungi tubuh dari terik matahari musim panas. Di belahan dunia lain, facekini juga menjadi sensasi di pantai-pantai Los Angeles (AS).
Seorang kreator konten menjual produk ini di pantai Los Angeles seharga $29,90, jauh lebih tinggi daripada harga beberapa puluh yuan di Tiongkok. Meskipun demikian, banyak penduduk setempat masih tertarik dengan produk tersebut. Menurut kreator tersebut, harga tinggi itu hanya untuk mengukur minat orang Amerika terhadap facekini. Pada akhirnya, ia memberikan produk tersebut secara gratis kepada mereka yang telah menyatakan minat untuk membelinya.
"Orang Tiongkok sudah familiar dengan desain topeng opera Peking, tetapi bagi orang Amerika, topeng-topeng itu memiliki nuansa Timur yang unik, artistik, dan praktis. Itulah mengapa mereka menyukai facekini," kata kreator konten tersebut.
Sumber: https://tienphong.vn/ly-do-phu-nu-mac-bikini-nhung-che-mat-kin-mit-post1851970.tpo








