Dalam peringatan yang dikeluarkan pada tanggal 4 November, Departemen Keamanan Informasi menyatakan bahwa perusahaan keamanan siber Barracuda Networks (AS) baru-baru ini mengeluarkan peringatan tentang penipuan yang menyamar sebagai perusahaan teknologi Open AI, yang mencuri informasi pribadi dari pengguna perangkat lunak kecerdasan buatan ChatGPT.

Secara spesifik, para pelaku secara proaktif menghubungi korban melalui email, memberi tahu mereka bahwa proses perpanjangan langganan 'Chat GPT Plus' tidak dapat diselesaikan karena metode pembayaran yang tidak valid, dan meminta mereka untuk mengakses tautan terlampir untuk informasi lebih lanjut.

Ketika pengguna mengklik tautan yang disediakan oleh entitas-entitas ini, mereka akan dialihkan ke situs web palsu yang terlihat mirip dengan situs web Open AI.

Di situs web palsu tersebut, pengguna akan diminta untuk memberikan informasi seperti nomor kartu identitas nasional, nomor telepon, alamat rumah, informasi kartu bank, dan lain sebagainya.

Setelah pengguna mengikuti petunjuk, situs web akan mengarahkan ke layar tunggu untuk transaksi perpanjangan langganan. Di sinilah penipu akan menggunakan informasi bank korban untuk melakukan transaksi ilegal.

ChatGPT.png
Banyak pengguna Vietnam telah mendaftar dan sedang mendaftar akun untuk menggunakan ChatGPT. (Gambar ilustrasi: Bloomberg)

Departemen Keamanan Informasi menyarankan masyarakat untuk waspada saat menerima pesan atau email yang meminta informasi pribadi. Departemen ini juga mengingatkan pengguna domestik untuk memeriksa dengan cermat alamat email pengirim, memverifikasi nama domain situs web, dan memverifikasi isi informasi tersebut. Pengguna tidak boleh memberikan informasi pribadi atau melakukan transfer uang sampai mereka memverifikasi keaslian pemberitahuan tersebut.

Jika aktivitas mencurigakan terdeteksi, pengguna harus segera melaporkannya melalui email agar tim teknis Google (jika menggunakan Gmail) dapat mengambil tindakan tepat waktu untuk mencegah penipuan tersebut.

Masyarakat terus menjadi korban penipuan penyamaran identitas yang bertujuan mencuri harta benda. Penipuan penyamaran identitas untuk mencuri harta benda orang tetap menjadi topik utama penipuan daring di Vietnam selama pekan 30 September hingga 6 Oktober, menurut Departemen Keamanan Informasi (Kementerian Informasi dan Komunikasi).