Matahari bulan Maret di Selatan tidak lagi sekeras di awal tahun, juga tidak diselimuti kabut tebal musim dingin di Utara. Ini adalah perpaduan antara kekeringan yang masih terasa dari musim kemarau dan cahaya cerah yang manis dari musim hujan yang akan datang. Matahari Selatan selalu memiliki pesona yang unik; ia tidak membutakan orang, tidak membuat siapa pun lari, tetapi justru menyebar dan merangkul segalanya dengan toleransi yang lembut.
Dulu, aku menghabiskan hari-hariku berjalan-jalan di sepanjang jalan-jalan yang disinari matahari, membiarkan sinar matahari menembus kulitku, menghirup aroma khas tanah selatan saat matahari bersinar di padang rumput yang hangus. Terkadang, aku merasa seperti seorang pengembara tanpa tujuan, berjalan-jalan di tengah kota yang ramai, hanya untuk menatap garis-garis panjang sinar matahari di tanah, untuk mendengarkan cerita-cerita yang diceritakan oleh orang-orang Selatan dengan kehangatan mereka sendiri.
Saya ingat suatu sore di bulan Maret saat perjalanan bisnis ke Delta Mekong, ketika saya berhenti di sebuah kafe kecil di tepi sungai di Vinh Thuan, Kien Giang . Matahari bersinar terik di langit, memancarkan sinar ke air, memantul menjadi riak-riak kecil cahaya yang melayang perlahan mengikuti arus. Suara perahu sesekali mengganggu suasana damai, tetapi kemudian dengan cepat menghilang kembali ke kesunyian sore hari di Delta Mekong.
Aku suka cara sinar matahari menembus pasar pagi yang tenang di pedesaan, tempat para ibu dan bibi sibuk membawa bungkusan sayuran dan ikan, seruan mereka begitu menggoda sehingga kau tak ingin membeli, namun tetap menggugah hati. Aku suka cara sinar matahari menari di pinggiran topi kerucut, tercetak di tangan-tangan kecokelatan para pedagang kaki lima. Aku juga suka perasaan berkendara di sepanjang jalan pinggiran kota di siang hari, melihat sinar matahari menembus pepohonan kelapa sawit, menciptakan bercak-bercak cahaya di aspal. Dan aku suka saat senja, ketika matahari menaungi kanal-kanal, mewarnai langit dengan warna merah muda, meninggalkan perasaan melankolis yang tak terlukiskan di mata pengamat.
Bulan Maret berlalu di tengah jalanan yang bermandikan sinar matahari, tawa para pedagang kaki lima, cerita para pengemudi ojek, tatapan lembut, dan undangan tulus dari penduduk negeri ini. Maret di Selatan bukan hanya bulan yang penuh sinar matahari, tetapi juga bulan yang penuh dengan limpahan cinta, berbagi, dan toleransi.
Bulan Maret di Selatan bukan hanya tentang sinar matahari, tetapi juga tentang kebaikan hati sesama manusia...!
Sumber: https://www.sggp.org.vn/mau-nang-thang-ba-post786166.html






Komentar (0)