Mempertahankan performa puncak saja tidak cukup bagi Mbappe untuk menaklukkan Eropa. |
Perjalanan Kylian Mbappe di Liga Champions musim ini berakhir setelah kekalahan di leg kedua perempat final melawan Bayern Munich pada 16 April. Ini menandai tahun ke-10 dalam karier striker Prancis tersebut dalam upayanya menaklukkan trofi paling bergengsi di Eropa.
![]() |
Mbappe masih sangat tidak beruntung di Liga Champions. |
Meninggalkan PSG untuk bergabung dengan Real Madrid pernah dianggap sebagai jalan "tercepat" menuju Liga Champions. Raksasa Spanyol itu memiliki 15 gelar dan telah memenangkannya empat kali selama masa Mbappe di Prancis. Namun, kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Dalam dua musim pertamanya di Madrid, Mbappe gagal melaju lebih jauh dari perempat final.
Di usia 27 tahun, ia masih termasuk dalam daftar legenda yang belum pernah memenangkan Liga Champions, bersama Ronaldo Nazario, Gianluigi Buffon, dan Zlatan Ibrahimovic. Sebuah paradoks yang jelas bagi seorang pemain yang telah mencetak 70 gol dalam 98 pertandingan di kompetisi ini.
Puncak performa Mbappe di Liga Champions terjadi pada musim 2020 yang luar biasa, ketika PSG mencapai final di Lisbon. Namun, gol tunggal Kingsley Coman melawan Bayern Munich menghancurkan mimpi dirinya dan rekan-rekan setimnya.
Saat bermain untuk Monaco dan PSG, Mbappe mencapai semifinal sebanyak empat kali. Sebaliknya, di Real Madrid, ia belum mencapai tonggak sejarah ini setelah dua musim. Sebelum meninggalkan Paris, ia juga terhenti di semifinal melawan Borussia Dortmund, melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi di final di London.
Sepanjang kiprahnya di Liga Champions, Mbappe telah bekerja sama dengan sembilan pelatih berbeda, mulai dari Leonardo Jardim hingga Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, dan Arbeloa. Pergantian pelatih yang terus-menerus ini sebagian mencerminkan perjalanan kariernya yang penuh gejolak.
Setelah Real Madrid tersingkir dan kehilangan harapan meraih gelar La Liga, masa depan Mbappe masih belum pasti. Musim depan, kemungkinan besar ia akan memulai kampanye Liga Champions ke-11-nya dengan manajer baru, dalam upaya untuk mematahkan kutukan yang terus menghantui kariernya.
Sumber: https://znews.vn/mbappe-van-bat-luc-truoc-champions-league-post1644213.html







Komentar (0)