Dalam sesi tanya jawab daring pada tanggal 9 Juni, Tran Lam, yang juga dikenal sebagai Huong Thai, menyampaikan pujian tulus untuk keluarga aktris utama dalam "The Story of the Rose." Menurut tokoh hiburan Hong Kong tersebut, Liu Xiaoli memiliki kecantikan yang memukau, bahkan melebihi kecantikan putrinya yang terkenal. Di masa mudanya, mantan penari ini didekati oleh banyak pria yang ingin menjadi pasangannya. Namun, ia memilih untuk mengesampingkan kebahagiaan pribadinya, menjalani hidup lajang untuk sepenuhnya mengabdikan diri membesarkan putrinya.
Menurut informasi yang dikonfirmasi oleh QQ, pernyataan Xiang Tai sangat akurat. Di masa lalu, Liu Xiaoli adalah seorang penari profesional, memenangkan Penghargaan Penampilan Wen Hua yang bergengsi. Hidupnya penuh dengan pasang surut emosi setelah bercerai dari suami pertamanya, An Shaokang, pada tahun 1997. Ia memutuskan untuk membawa putrinya menetap di Amerika Serikat, dan kemudian menikah lagi dengan seorang pengacara Tionghoa-Amerika. Ketika sang aktris berusia 15 tahun, pernikahan keduanya juga berakhir. Ibu dan anak perempuan itu segera kembali ke Tiongkok untuk mencari peluang di bidang seni. Sejak itu, ia sepenuhnya menarik diri dari sorotan publik untuk memberikan dukungan penuh kepada putrinya.

Xiang Tai menegaskan bahwa Liu Xiaoli adalah panutan yang sempurna bagi para orang tua. Kesempurnaan gaya pengasuhannya terletak bukan pada penyediaan kenyamanan materi yang berlimpah, tetapi pada nilai-nilai spiritual dan kebajikan yang ditanamkannya kepada generasi mendatang. Chen Lan masih ingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan Liu Yifei yang berusia 14 tahun pada tahun 2000. Bahkan saat itu, gadis muda tersebut menunjukkan bakat luar biasa, unggul dalam bernyanyi, menari, bermain piano, dan memiliki keterampilan berkuda yang luar biasa. Sikapnya yang menawan dan komunikasinya yang terampil meninggalkan kesan mendalam pada Xiang Tai.
Reaksi beragam terhadap komentar dari Ibu Tran Lam.
Begitu siaran langsung itu menjadi viral, diskusi hangat pun meletus di kalangan publik. Banyak penggemar mengungkapkan kekaguman yang mendalam terhadap ikatan suci ibu dan anak perempuan tersebut. Mereka percaya bahwa pengorbanan besar sang ibu telah menciptakan bintang bersinar untuk layar kaca. Aktris yang lahir di Wuhan, Tiongkok pada tahun 1987 ini tidak mengecewakan orang tuanya. Setelah kembali ke Tiongkok setelah lima tahun tinggal di Amerika Serikat, ia langsung diterima di Akademi Film Beijing pada usia 15 tahun. Menjadi mahasiswa termuda di kelas Seni Pertunjukan tahun 2002, ia secara bertahap bersinar terang melalui serangkaian karya klasik seperti "Tian Long Ba Bu," "The Condor Heroes," "Mulan," "Going to Where the Wind Blows," dan sensasi terbaru "The Story of the Rose."
Di sisi lain, beberapa anggota masyarakat menyatakan ketidakpuasan terhadap perilaku Xiang Tai. Pendapat-pendapat ini menunjukkan bahwa Liu Xiaoli kini telah pensiun dari industri hiburan dan tidak lagi aktif. Oleh karena itu, pasang surut kehidupan pernikahannya harus dihormati sebagai urusan pribadi. Tindakan seorang tokoh berpengaruh yang membahas kehidupan pribadi orang lain secara terbuka di media sosial dianggap tidak bijaksana. Terlepas dari pendapat yang bertentangan, tidak ada yang dapat menyangkal kontribusi besar sang ibu di balik kesuksesan gemilang sang aktris.
Sumber: https://danviet.vn/me-ruot-luu-diec-phi-doc-than-vi-con-gai-d1434036.html







