Pengumuman penghentian ini disampaikan oleh Microsoft dalam pembaruan terbaru Skype, menandai berakhirnya keberadaan aplikasi ini selama lebih dari 20 tahun.

Skype pernah menjadi pilihan utama untuk panggilan video dan audio, terutama setelah Microsoft mengakuisisinya pada tahun 2011 seharga $8,5 miliar. Namun, Skype secara bertahap kehilangan popularitasnya, khususnya setelah peluncuran Microsoft Teams pada tahun 2017, yang dengan cepat menjadi platform komunikasi utama, menarik pengguna individu dan bisnis.
Menurut laporan, pada tahun 2022 pendapatan Skype telah turun di bawah 200 juta EUR, dan jumlah pengguna aktif harian telah turun di bawah 36 juta pada tahun 2023.
Microsoft mengumumkan bahwa, mulai bulan Mei, Skype tidak akan lagi tersedia. Silakan lanjutkan melakukan panggilan dan diskusi di Teams. Ini menegaskan keputusan Microsoft untuk mengalihkan fokusnya ke Teams.
Menurut catatan, Teams memiliki 13 juta pengguna pada Juli 2019 dan angka itu meningkat menjadi 145 juta pada tahun 2021, sementara Skype tidak mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut.
Kontribusi Skype memang tak terbantahkan, tetapi era layanan ini secara resmi telah berakhir. Microsoft kini mendorong pengguna untuk beralih ke Teams sebelum Skype dihentikan secara permanen, menandai pergeseran di bidang komunikasi digital.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/microsoft-skype-sap-ngung-hoat-dong.html






Komentar (0)