
Model budidaya tikus bambu khusus yang dikembangkan oleh Bapak Bui Van Tu telah membuka arah baru bagi pembangunan ekonomi banyak rumah tangga lokal.
Di beberapa wilayah provinsi, peternakan khusus secara bertahap terbukti efektif, berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi banyak rumah tangga.
Di komune Hop Tien, peternakan landak menjadi arah pengembangan ekonomi yang potensial. Saat ini, terdapat sekitar 20 rumah tangga di wilayah tersebut yang berpartisipasi dalam beternak hewan ini, membentuk model peternakan khusus yang memberikan penghasilan stabil bagi masyarakat.
Menurut Ibu Le Thi Trang, Direktur Koperasi Pertanian dan Pariwisata Trang Farm di komune Hop Tien, beternak landak merupakan model yang cukup sesuai dengan kondisi banyak rumah tangga. Dibandingkan dengan banyak jenis ternak lainnya, beternak landak tidak membutuhkan terlalu banyak pengalaman, luas kandangnya tidak besar, dan investasi awalnya juga berada pada tingkat yang moderat.
"Hewan ini mudah dipelihara, beradaptasi dengan baik terhadap kondisi iklim setempat. Landak memiliki pola makan yang cukup sederhana, terutama sayuran hijau, buah-buahan, dan beberapa makanan kaya protein seperti serangga. Oleh karena itu, peternak dapat memanfaatkan sumber makanan lokal yang mudah didapat untuk mengurangi biaya pemeliharaan," ujar Ibu Trang.
Selain itu, Ibu Trang juga menerapkan kemajuan teknologi dalam peternakan untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan pencemaran lingkungan. Contoh utamanya adalah penggunaan alas kandang biologis. Alas kandang jenis ini membantu menguraikan urin dan feses landak, mengurangi bau, serta menghambat dan menghilangkan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Berkat penerapan solusi teknis yang tepat, peternakan landak menjadi lebih mudah, menghemat tenaga petani, dan menjaga lingkungan kandang tetap bersih.
Selain memberikan penghasilan bagi peternak, budidaya landak juga berkontribusi dalam memperkaya pasokan produk makanan khusus untuk pasar. Daging landak disukai banyak konsumen, terutama di restoran dan daerah wisata . Hal ini membuka peluang untuk konsumsi yang stabil, memberikan motivasi lebih bagi peternak untuk memperluas produksi.
Selain peternakan landak, model peternakan hewan khusus lainnya di komune Ngoc Trao juga menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan: peternakan tikus bambu. Pada tahun 2023, Bapak Bui Van Tu dengan berani merenovasi kandang babi tua keluarganya untuk memelihara tikus bambu belang. Setelah beberapa waktu memelihara dan mengumpulkan pengalaman, pada tahun 2024 ia beralih ke pemeliharaan tikus bambu pipi merah, jenis yang dianggap memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Saat ini, peternakannya memelihara sekitar 100 ekor tikus bambu indukan untuk menyediakan sumber keturunan dan memasok tikus bambu komersial ke pasar.
Menurut Bapak Tú, memelihara tikus bambu memiliki banyak keuntungan karena mudah dipelihara, jarang sakit, dan cocok untuk kondisi pertanian setempat. Sumber makanannya terutama terdiri dari tanaman, akar, batang bambu, tebu, dan lain-lain, yang mudah didapat di kebun lereng bukit keluarganya.
“Saat ini kami menjual tikus bambu dengan berat 600-800g seharga sekitar 3,8 juta VND per pasang. Yang terbesar, dengan berat 2-3kg, harganya sekitar 10 juta VND per pasang. Sejak awal tahun, keluarga kami telah memperoleh sekitar 150-170 juta VND dari penjualan tikus bambu hasil penangkaran,” kata Bapak Tú.
Menurut perhitungannya, jika ia mempertahankan skala pembiakan saat ini dan terus memperluas produksi, ia memperkirakan total pendapatan dari penjualan kelinci percobaan untuk pembiakan dan komersial tahun ini akan mencapai lebih dari 400 juta VND.
Menyadari potensi model tersebut, Bapak Tú terus berinvestasi dalam membangun lebih banyak kandang untuk memperluas skala operasinya. Kandang-kandang tersebut dirancang secara terpisah untuk tujuan yang berbeda, seperti area pembiakan tikus bambu, area untuk tikus bambu muda, dan area untuk pembiakan komersial.
"Memperluas usaha penangkaran sangat diperlukan karena sumber makanan yang tersedia di kebun lereng bukit keluarga kami sangat melimpah. Jika kita mengembangkan lebih banyak babi guinea untuk dikembangbiakkan, keuntungan ekonominya akan jauh lebih tinggi," ujar Bapak Tú.
Menurut Bui Van Thuan, Wakil Ketua Komune Ngoc Trao, model budidaya tikus bambu milik Bapak Tu sedang dikembangkan oleh pemerintah setempat sebagai model untuk mendorong kaum muda belajar dan mengembangkan ekonomi mereka. Di masa depan, Komite Rakyat Komune akan bekerja sama dengan serikat pemuda komune untuk merekrut lebih banyak anggota ke dalam klub pengembangan ekonomi pemuda guna berbagi pengalaman dan mereplikasi model tersebut. Membangun proyek model seperti ini tidak hanya membantu masyarakat belajar dari pengalaman praktis tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan gerakan kewirausahaan di daerah tersebut, terutama di kalangan pemuda pedesaan.
Pada kenyataannya, banyak model peternakan khusus menghasilkan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa peternakan tradisional. Namun, agar model-model ini dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan dukungan dari lembaga pemerintah dan sektor-sektor khusus dalam memberikan bantuan teknis, pengendalian penyakit, dan koneksi pasar. Lebih lanjut, pembentukan koperasi, asosiasi, atau klub pengembangan ekonomi akan membantu petani menghubungkan produksi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan nilai produk. Dengan dukungan yang tepat dan organisasi produksi yang efisien, ini akan menjadi kekuatan pendorong penting yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi pedesaan.
Teks dan foto: Phuong Do - Hoang Dong
Sumber: https://baothanhhoa.vn/mo-loi-lam-giau-o-nong-thon-280917.htm






Komentar (0)