![]() |
MoMo dilaporkan menawarkan sekitar 50% sahamnya kepada Blackstone, dan MUFG termasuk di antara investor yang melakukan uji tuntas (due diligence) atas kesepakatan tersebut. (Gambar: MoMo ) |
Menurut DealStreetAsia, dana investasi AS Blackstone dan konglomerat keuangan Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) termasuk di antara lima investor yang mempertimbangkan untuk berinvestasi di MoMo. Sumber-sumber mengindikasikan bahwa sekitar 50% saham di perusahaan unicorn fintech Vietnam tersebut ditawarkan untuk dijual dalam transaksi yang diawasi oleh Morgan Stanley dan Jefferies.
Jika transaksi ini selesai, beberapa pemegang saham MoMo yang ada mungkin akan melepas kepemilikan saham mereka. Ini termasuk Warburg Pincus – dana ekuitas swasta terbesar perusahaan – dan Goodwater Capital, dua perusahaan yang memimpin putaran pendanaan Seri D MoMo pada tahun 2021.
Pemegang saham MoMo lainnya saat ini termasuk Kora Management, Tybourne Capital Management, Affirma Capital, Macquarie Capital, Mizuho Bank, dan Goldman Sachs.
Hingga akhir tahun 2025, Warburg Pincus memiliki sekitar 26% saham MoMo, sementara Augusta Investments I Pte Ltd memegang lebih dari 13%. Mizuho Bank, investor Seri E, memiliki sekitar 7,3%.
MoMo memiliki nilai pasar lebih dari 2 miliar dolar AS setelah putaran pendanaan yang melibatkan Mizuho Bank pada tahun 2021, sehingga menjadi salah satu dari sedikit perusahaan rintisan teknologi Vietnam yang mencapai status "unicorn".
Sumber di DealStreetAsia mengindikasikan bahwa negosiasi masih berlangsung dan tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai. Blackstone, MoMo, dan Warburg Pincus menolak berkomentar, sementara MUFG belum memberikan tanggapan.
Langkah penggalangan dana ini dilakukan di tengah peningkatan signifikan dalam kinerja bisnis MoMo. Perusahaan mencatatkan laba sebesar 347,5 miliar VND pada tahun 2024, membalikkan kerugian tahun sebelumnya. Perusahaan juga memperkirakan akan tetap menguntungkan pada tahun 2025.
Berawal sebagai dompet elektronik, MoMo kini telah berkembang ke berbagai layanan keuangan seperti investasi, asuransi, dan manajemen aset. Perusahaan tersebut menyatakan saat ini melayani lebih dari 30 juta pengguna.
Sejak tahun 2023, perusahaan ini mulai memposisikan ulang operasinya ke arah penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam produk keuangan untuk individu dan usaha kecil dan menengah.
Kesepakatan MoMo ini juga terjadi ketika beberapa investasi teknologi Warburg Pincus di Asia Tenggara memasuki fase pencarian likuiditas.
Di Filipina, operator dompet elektronik Mynt hampir melakukan IPO setelah menerima persetujuan pemegang saham. Sementara itu, Grab Holdings baru-baru ini berpartisipasi dalam putaran pendanaan untuk Advance Intelligence Group, perusahaan induk dari platform beli-sekarang-bayar-nanti Atome.
Sumber: https://znews.vn/momo-chao-ban-50-co-phan-post1662151.html








