![]() |
MU yakin harga yang dipatok untuk Anderson terlalu tinggi. |
Media Inggris secara bulat mengkonfirmasi bahwa gelandang berusia 23 tahun itu adalah target transfer prioritas Manchester United pada musim panas 2026. Namun, kesepakatan tersebut menghadapi hambatan besar karena Nottingham Forest menuntut harga hingga £120 juta untuk Anderson.
Jajaran pimpinan Manchester United, termasuk pemilik bersama Jim Ratcliffe, CEO Omar Berrada, dan direktur teknik klub, meyakini angka tersebut terlalu tinggi. Meskipun memantau Anderson dengan cermat, Setan Merah tidak akan terlibat dalam perang penawaran yang berkepanjangan dengan klub lain.
Forest yakin harga tersebut wajar mengingat Anderson masih memiliki sisa kontrak tiga tahun dan diharapkan memainkan peran kunci bagi Inggris di Piala Dunia 2026. Klub tersebut juga mengutip transfer serupa, seperti Moises Caicedo yang bergabung dengan Chelsea seharga £115 juta atau Declan Rice yang pindah ke Arsenal seharga £105 juta, untuk mendukung posisi mereka.
Sebaliknya, MU diperkirakan akan mengumpulkan sekitar £100 juta dari penjualan pemain untuk diinvestasikan kembali ke dalam skuad. Uang ini akan dialokasikan untuk berbagai posisi, termasuk gelandang tengah, pemain sayap kiri, dan mungkin bek kiri.
Namun, jika Forest tidak menurunkan harga yang diminta untuk Anderson, klub Old Trafford siap beralih ke opsi yang lebih murah seperti Aurelien Tchouameni (Real Madrid), Sandro Tonali (Newcastle United), atau Carlos Baleba (Brighton).
Manchester United tidak hanya memperketat pengeluaran transfer, tetapi mereka juga bertekad untuk mengendalikan tagihan gaji mereka. Pemain bergaji tinggi seperti Casemiro, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho semuanya masuk dalam daftar pemain yang berpotensi hengkang, membuka jalan bagi struktur keuangan yang lebih berkelanjutan di Old Trafford.
Sumber: https://znews.vn/mu-ra-quyet-dinh-voi-anderson-post1647957.html








